Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Supangkat Iwan Santoso. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Supangkat Iwan Santoso. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Cegah Blackout Terulang, Skema Pertahanan Kelistrikan Harus Diperbaiki

Ekonomi pln listrik padam
Suci Sedya Utami • 19 September 2019 10:53
Jakarta: Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Supangkat Iwan Santoso mengatakan skema sistem pertahanan kelistrikan di dalam negeri harus diperbaiki agar kejadian pemadaman secara massal (blackout) tidak terulang lagi.
 
Dia menuturkan sebenarnya sistem kelistrikan di Indonesia cukup unik, sebab tersebar di mana-mana. Paling besar di Jawa Bali. Namun beban puncak di Jawa Bali pun terbilang besar mencapai lebih dari 27 ribu megawatt (mw).
 
"Maka defense scheme-nya perlu diperbaiki," kata Iwan di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iwan mengatakan keandalan pada saat operasi juga perlu diperbaiki agar ketika terjadi gangguan tidak sampai mengakibatkan blackout. Iwan mengatakan perbaikan tersebut tentu bukan hanya tugas dari PT PLN (Persero), namun juga MKI.
 
"Bukan hanya tugas PLN tapi tugas kita semua, karena listrik salah satu infrastruktur terpenting untuk pertumbuhan ekonomi dan kemajuan masyarakat," ujar Iwan yang juga menjabat sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN.
 
Sementara itu PLN menyatakan setidaknya ada enam program perbaikan sistem kelistrikan yang dilakukan untuk mendukung agar pasokan setrum tetap andal dan terjaga.
 
Pertama defense scheme yakni mengkaji kembali dan menyempurnakan pertahanan teknologi sistem kelistrikan di Jawa Bali. Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pihaknya sampai melakukan studi banding ke London yang juga pernah mengalami gangguan listrik dan berakibat pada pemadaman serupa.
 
"Kami akan studi banding ke beberapa negara terkait dengan blackout di Inggris. Kita akan lihat perbandingan sistem kelistrikan di Indonesia khususnya Jawa Bali dengan di London. Kami menyadari pasti ada perbedaan," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.
 
Kedua mengkaji kembali dan memperbaiki sistem proteksi yang berkaitan dengan pembangkit dan gardu induk. Dalam mengkaji ulang, PLN melibatkan pihak manufaktur seperti General Electric (GE) dan Siemens.
 
"Apakah ada teknologi yang berkembang untuk dapat kami update kembali, bagaimana sistem proteksi di masing-masing bidang tersebut, pembangkit, transmisi maupun gardu induk," tutur dia.
 
Ketiga pengamanan right of way jaringan transmisi 500 kilo volt (kV), 275 kV dan 150 kV dari hambatan seperti ketinggian pohon yang melampaui batas. Sripeni mengatakan PLN telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk memudahkan perseroan dalam melakukan pemeliharaan jarngan dan meminimalkan pemicu yang dapat berbotensi menjadi penyebab ganguan kelistrikan.
 
Keempat meningkatkan infrastruktur dan sistem crisis center yang terpadu dengan memperbaiki teknologi sistem komunikasi. Kelima meningkatkan layanan call center dan meningkatkan tata kelola publikasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif