NEWSTICKER
Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.
Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.

Penyebab Harga BBM Turun di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Ekonomi bbm
Nia Deviyana • 06 Januari 2020 18:15
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan aksi korporasi penyedia layanan Jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU) dalam menyesuaikan harga sejak awal Januari 2020, merupakan salah satu dampak implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 187 K/10/MEM/2019 yang diteken pada 7 Oktober 2019.
 
Kepmen tersebut tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.
 
Terhitung 5 Januari 2020, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM Jenis RON 92 atau Pertamax menjadi Rp9.200 per liter dari harga sebelumnya Rp9.850 per liter.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya SPBU Shell per 1 Januari 2020 juga menurunkan harga BBM RON 92 yaitu Shell Super menjadi Rp9.300 per liter dari sebelumnya Rp10.250 per liter. Sedangkan SPBU Total Indonesia menurunkan BBM Performance 92 dari harga Rp10.200 per liter menjadi Rp 9.250 per liter pada 3 Januari 2020.
 
"Salah satu faktor utama penurunan harga bisa dipengaruhi dari beleid tersebut yang mulai diimplementasikan 1 Januari pada semua badan usaha yang menyalurkan BBM jenis umum ini," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi melalui keterangan resminya, Senin, 6 Januari 2020.
 
Agung mengungkapkan dengan berlakunya Keputusan Menteri ESDM Nomor 187K/10/MEM/2019 per 1 Januari 2020, konstanta batas atas formula harga jual BBM Jenis Umum jenis RON di bawah 95, dan Minyak Solar CN 48 yang semula Rp2.542 per liter kini menjadi hanya Rp1.000 per liter.
 
"Dengan konstanta baru ini, wajar bila kemudian harga jual BBM JBU di pasaran turun karena formula harga jual BBM merupakan penjumlahan dari MOPS, konstanta, margin Badan Usaha maksimal 10 persen, PPN 10 persen, dan PBBKB," jelasnya.
 
Begitupun halnya dengan formula RON 95, RON 98 dan Minyak Solar CN 51 yang mengalami penurunan konstanta batas atas yang semula Rp3.178 per liter menjadi Rp1.200 per liternya.
 
"Meskipun harga minyak di pasaran naik, konstantanya turun lebih dari 60 persen untuk BBM jenis umum ini, jadi ini yang mengoreksi harga hingga kita bisa menikmati harga yang lebih murah saat ini.
 
Selain BBM RON 92, beberapa jenis BBM lainnya yang mengalami penurunan antara lain BBM RON 95, yaitu Shell V-Power dijual menjadi Rp9.950 per liter dari harga sebelumnya Rp11.600 per liter. Kemudian Total Performance 95 turun dari Rp11.550 per liter turun menjadi Rp9.900 per liter.
 
Untuk RON 90, harga jual BBM di Shell turun menjadi Rp9.200 per liter dari harga sebelumnya Rp9.900 per liter. Sedangkan di SPBU Total Indonesia juga disesuaikan menjadi Rp9.150 per liter dari harga Rp9.900 per liter untuk RON yang sama. Sedangkan di SPBU Pertamina yaitu Pertalite harganya tetap sebesar Rp7.650 per liter.
 
Khusus SPBU Pertamina, selain RON 92 ada beberapa jenis Gasoline dan Diesel yang juga mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp9.900 per liter dari sebelumnya Rp11.200 per liter.
 
Kemudian Dexlite CET 48 turun dari Rp10.200 per liter ke Rp9.500 per liter, dan Pertamina Dex CET 51 menjadi Rp10.200 per liter dari Rp11.700 per liter.
 
Untuk Biosolar non subsidi jenis CET 48 ditetapkan pada harga yang sama, yaitu Rp9.300 per liter. Harga-harga BBM di berbagai SPBU tersebut utamanya berlaku di Jabodetabek, dan dapat berbeda di wilayah lainnya.
 
Melalui penyesuaian harga tersebut, Pemerintah berharap mampu menjangkau daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. "Saya harap ini menjadi stimulus mendorong daya beli masyarakat Indonesia," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif