Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Masa Transisi, Chevron Ogah Lanjutkan Ngebor di Blok Rokan

Ekonomi chevron Blok Rokan
Suci Sedya Utami • 20 Januari 2020 19:02
Jakarta: PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menyatakan tidak akan melakukan kegiatan pengeboran di Blok Rokan pada masa transisi kepengelolaan ke PT Pertamina (Persero) hingga Agustus 2021.
 
Presiden Direktur CPI Albert Simanjuntak mengatakan, bahkan kegiatan pengeboran sudah tidak dilakukan sejak awal 2019. Alasannya, karena dianggap sudah tidak ekonomis mengingat masa operasional CPI di Blok Rokan akan segera berakhir. Adapun CPI terakhir kali melakukan pengeboran pada 2018 sebanyak 89 sumur di blok tersebut.
 
"Saat ini sudah tidak ekonomis untuk mengebor sumur," kata Albert dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk melakukan kerja ulang (workover) dengan menggunakan teknologi digital yakni memilih kandidat-kandidat sumur yang dikerjakan agar bisa meminimalisir penurunan produksi di blok tersebut.
 
Dirinya mengatakan sejak awal 2019 dalam masa transisi CPI secara intensif telah berkomunikasi dan bekerja sama agar Pertamina bisa langsung melakukan pengeboran.
 
Ia bilang, sebenarnya ada beberapa opsi sebelumnya terkait pengeboran tersebut. Pertamina CPI yang mendanai dan mengebor. Kedua, CPI yang mengebor namun pendanaan dari Pertamina. Ketiga, Pertamina yang mendanai dan mengebor.
 
Opsi pertama tentu saja gugur mengingat CPI telah menyatakan untuk melakukan pengeboran sudah tidak lagi ekonomis bagi pihaknya. Sehingga CPI tidak akan mengeluarkan investasi untuk mengebor. Sedangkan opsi lainnya dengan pendanaan dari Pertamina hingga saat ini, kata dia, masih dalam pembicaraan.
 
"Sampai saat ini belum mencapai solusi. Namun kami pastikan kami punya kepentingan untuk kerja sama dengan Pertamina agar drop produksi bisa dicegah," jelas dia.
 
Kontribusi Blok Rokan sangat signifikan terhadap produksi minyak nasional. Jika tidak ada transisi alih kelola pada tahun ini maka hampir pasti dipastikan 2020 dan 2021 produksi Blok Rokan akan anjlok drastis. Bahkan bardasarkan kalkulasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) penurunan produksi bisa mencapai 20 ribu barel per hari (bph).
 
Pada 2020, produksi minyak Blok Rokan ditargetkan 161 ribu bph. Padahal dua tahun lalu atau di 2018, blok tersebut masih bisa produksi 210 ribu bph atau kedua terbesar setelah Blok Cepu, lebih dari seperempat dari total produksi minyak nasional saat ini. Produksinya kian menurut di 2019 realisasi sebesar 190 ribu bph.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif