Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)

Progres Pembangunan Smelter Amman Capai 10,1%

Ekonomi smelter
Annisa ayu artanti • 25 Mei 2018 10:37
Jakarta: PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mencatat prores pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter sudah mencapai 10,1 persen. Diharapkan pembangunan ini bisa berjalan dengan baik dan nantinya memberi efek positif terhadap produksi di masa mendatang.
 
Presiden Direktur Amman Mineral Rachmat Makkasau menjelaskan proses awal pembangunan smelter sudah dilakukan. Setelah dilakukan verifikasi oleh surveyor yang ditunjuk pemerintah kemajuan smelter hingga Februari sebesar 10,1 persen.
 
"Untuk progres pembangunan smelter sampai hasil verifikasi terakhir kemarin itu sebesar 10,1 persen," kata Rachmat, di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018, seraya menambahkan bahwa sekarang ini perusahaan sedang fokus menyiapkan lahan yang di Sumbawa. Setelah itu dalam satu bulan ke depan akan melakukan ground end engineering design.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi Korporasi Amman Anita Afianty menambahkan, persiapan lahan di Sumbawa dilakukan untuk mempercepat pembangunan di timur Indonesia. Menurutnya di sana sudah ada kesiapan infrastruktur yang akan membuat proses lebih cepat. Persiapan lahan ditargetkan selesai pada akhir 2018.
 
"Kenapa Sumbawa? Kami ingin mempercepat pembangunan di timur Indonesia. Lokasi ini didukung infrastruktur yang sudah ada. Jadi prosesnya lebih cepat," jelas Anita.
 
Terkait mengantisipasi tsunami, Anita mengatakan, Amman akan melakukan hell cutting dengan estimasi 1 juta meter kubik. "Kita harus memotong bukit yang agak tinggi. Kita butuh waktu sesuai persyaratan elevasi pembangunan smleter. Elevasinya sendiri, dari tsunami 100 tahun belakang. Wilayah di sini potensi tsunami. Jadi kita harus antisipasi ini," tutup Anita.
 
Seperti diketahui, smelter ini akan dibangun di Desa Mantun Bente, Kecamatan Maluk. Smelter ini memiliki kapasitas 2-2,6 juta ton per tahun. Bila berjalan lancar smelter diperkirakan beroperasi pada 2022.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif