Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.

Kelebihan Stok, Pertamina Impor LNG dari Mozambik

Ekonomi pertamina lng
Suci Sedya Utami • 07 Maret 2019 08:38
Jakarta: PT Pertamina (Persero) bakal mengimpor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Mozambik, Afrika Selatan.
 
Padahal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan produksi LNG dalam negeri mengalami kelebihan pasokan dan tengah berupaya mencari pasar untuk bisa diekspor. Ada sekitar 40 kargo LNG yang hingga kini belum mendapatkan pembeli.
 
Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto mengatakan impor yang dilakukan Pertamina untuk kepentingan bisnis perusahaan. Nantinya Pertamina bisa menjual LNG tersebut ke negara lain.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertamina ada trading juga, dia beli dari Mozambik, nanti dia bisa jual ke China, ke mana-mana, ke Singapura," kata Djoko ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Maret 2019.
 
Djoko mengatakan impor tersebut utamanya untuk kepentingan trading atau mencari profit. Namun apabila dibutuhkan untuk kepentingan dalam negeri maka bisa saja digunakan.
 
"Kalau dalam negeri butuh ya bisa, tapi kalau sudah cukup ya sudah itu sebagai trading," tutur dia.
 
Djoko beberapa hari lalu mengatakan Indonesia masih memiliki 40 kargo LNG. "Kami masih memiliki banyak kargo yang belum ada pembeli sejak tahun ini khususnya dari 2021-2024 ada 40 kargo," ujar Djoko.
 
Sebelumnya, Pertamina menandatagani perjanjian jual beli dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian LNG dari Moambik LNG1 Company Pte Ltd.
 
Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menyampaikan, impor LNG ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan LNG dalam negeri beberapa tahun mendatang. Impor ini untuk menyeimbangkan produksi dan kebutuhan domestik.
 
“Tujuannya untuk kebutuhan domestik, untuk sektor pupuk, listrik, dan refinery development master plan (RDMP) kan nambah terus,” kata pria yang akrab disapa Tiko itu.
 
Cari Pembeli LNG
 
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mencari pembeli untuk produk LNG yang masih belum laku.
 
Dalam acara Indonesia-US-Japan LNG Workshop, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto mengatakan masih ada 40 kargo yang sepi peminat. Djoko menilai jumlah tersebut lumayan banyak.
 
"Kami masih memiliki banyak kargo yang belum ada pembeli sejak tahun ini, khususnya dari 2021-2024 ada 40 kargo," kata Djoko di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019.
 
Djoko mengatakan selama ini produk LNG Indonesia diekspor ke negara seperti Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, serta Malaysia. Selain di ekspor, produksi LNG juga digunakan untuk kebutuhan dalam negeri khususnya pembangkit PLN.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif