NEWSTICKER
Ilustrasi - - Foto: dok PLN Disjaya
Ilustrasi - - Foto: dok PLN Disjaya

PLN Rugi Gara-gara Banjir

Ekonomi banjir jakarta pln Jakarta Banjir
Husen Miftahudin • 25 Februari 2020 18:37
Jakarta: Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengaku mengalami kerugian akibat banjir yang menerjang DKI Jakarta serta sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat. Ini karena fasilitas jaringan listrik milik perusahaan listrik negara itu terendam banjir.
 
Terdapat 2.229 gardu distribusi di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang terpaksa dipadamkan sementara. Ada gardu yang terendam, ada pula yang terpaksa dimatikan karena perumahan warga pada jaringan listrik gardu tersebut terendam banjir. Pendapatan PLN pun turut terdampak.
 
"Kalau listriknya dipadamkan, sudah barang tentu pendapatan dari PLN berkurang," ujar Zulkifli saat meninjau pusat kontrol jaringan distribusi PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Zulkifli perlu mengkalkulasi terlebih dahulu potensi kehilangan pendapatan akibat banjir dan pemadaman sementara gardu distribusi tersebut. "Nanti kita hitung dulu. Kita kan enggak ngitung pendapatan jam per jam. Pasti kami hitung," ungkap dia.
 
Demi keamanan warga terdampak banjir, PLN terpaksa memadamkan aliran listrik. Perusahaan listrik pelat merah itu pun ingin segera menormalkan kembali jaringan listrik, namun perlu dipastikan wilayah terdampak banjir benar-benar bebas dari air dan tidak membahayakan warga.
 
"Kami tidak akan menyalakan listrik pada lokasi yang saat ini padam sebelum kami survei dan meyakinkan di lapangan bahwa daerah itu sudah aman," tegasnya.
 
Dalam hal ini, jelas Zulkifli, petugas PLN di lapangan akan menandatangani berita acara bersama tokoh masyarakat daerah terdampak. Berita acara itu menyatakan bahwa daerah tersebut sudah aman dari banjir dan bebas dari potensi warga tersengat aliran listrik.
 
"Kita buat berita acara dengan RT/RW yang memastikan RT/RW-nya tanda tangan bahwa situasinya sudah aman. Kami yakin itu aman, lalu kita tanda tangani bersama, dan kita nyalakan," ucap Zulkifli.
 
Hingga saat ini, ada sebanyak 1.564 gardu distribusi yang masih padam akibat banjir. Meski sebagian wilayah terdampak banjir di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sudah mulai surut.
 
"Dari data yang ada, tadi malam yang terdampak ada 2.229 gardu distribusi. Yang sudah menyala saat ini ada 638 gardu distribusi dan yang terpaksa masih padam itu saat ini 1.564 gardu distribusi," tutup dia.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif