Ilustrasi pembangkit. (FOTO: Antara/Henky)
Ilustrasi pembangkit. (FOTO: Antara/Henky)

IA-ITB Indonesianisme Summit

PLN Teken MoU Pengembangan Proyek Mini Hidro

Ade Hapsari Lestarini • 10 Desember 2016 19:10
medcom.id, Jakarta: Bahtera Project dan PLN Distribusi Jawa Barat menandatangani memorandum of understanding (MoU) pembelian listrik untuk pengembangan proyek mini hidro. Penandatanganan disaksikan oleh sejumlah menteri dalam acara Indonesianisme Summit Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) di Grand Sahid Jaya, Jakarta.
 
Marketing Director Hidro Turbin Indonesia Ismaryanto mengatakan, untuk memasok listrik kepada PLN Distribusi Jawa Barat, Bahtera Project akan membangun pembangkit listrik mini hidro dengan kapasitas 2 x 2 megawatt (mw) di Garut, Jawa Barat. Pembangunan tersebut diperkirakan akan rampung dalam waktu dua tahun.
 
"Proyek tersebut akan menggunakan turbin air yang diproduksi Hidro Turbin Indonesia (HITI). Turbin air ini merupakan produk dalam negeri yang dihasilkan oleh HITI, perusahaan yang dikembangkan oleh tiga orang alumni ITB," ujar Ismaryanto, alumni ITB tahun 1990 jurusan Teknik Mesin, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/12/2016).

Ismaryanto menambahkan, penandatanganan MoU pembelian listrik tersebut merupakan bentuk dukungan konkrit terhadap pengembangan produk dalam negeri, sesuai dengan semangat Indonesianisme Summit yakni untuk mencintai produksi Indonesia dan spirit menggalang sinergi dan membentuk jaringan industri antara pemerintah, BUMN, korporasi swasta, dan teknopreneur.
 
Kehadiran sejumlah menteri dalam acara MoU pembelian listrik di Indonesianisme Summit juga dapat menjadi "branding" produk Indonesia pun memiliki daya saing kuat sehingga bisa bersaing dengan produk-produk sejenis dari luar negeri.
 
Turut menyaksikan acara MoU pembelian listrik itu, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata  Arief Yahya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Thahar, dan Ketua IA-ITB Ridwan Djamaluddin.
 
Menurut dia, selama ini kebutuhan untuk proyek pembangkit listrik mini hidro banyak diimpor dari Tiongkok, India, dan negara-negara Eropa Timur.
 
"Kami, alumni ITB tergerak untuk mengembangkan turbin air dan peralatan lainnya karena sebetulnya putera Indonesia sudah menguasai teknologinya, selain karena materialnya juga sudah tersedia di negara kita. Itu sebabnya kami mendirikan HITI dengan tujuan merebut pasar di Indonesia yang selama ini dikuasai produk-produk impor," tambahnya.
 
Dikatakan, pembangkit mini hidro dengan kapasitas antara satu hingga 10 mw tersebut banyak dikembangkan oleh pengembang di daerah Garut, kawasan Danau Toba, Sulawesi, dan Papua. Sementara Ridwan Djamaluddin menyambut positif MoU pembelian listrik yang berasal dari pembangkit listrik mini hidro tersebut.
 
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, sebenarnya Indonesia sudah memiliki industri yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi industri inti  karena selama ini sektor-sektor itu sudah menjadi juara di pasar dalam negeri maupun ekspor seperti industri makanan dan minuman.
 
Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah saatnya Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki pasar yang besar untuk menunjukkan keberpihakannya kepada industri dalam negeri.
 
"Kami di Kementerian Perhubungan akan berupaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada industri alat angkut di dalam negeri seperti PT INKA, PT PAL, PT DI untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan