Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)
Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)

Kehadiran PLTA Batang Toru Tekan Impor BBM Rp5,6 Triliun

Ekonomi pembangkit listrik
Suci Sedya Utami • 04 Juli 2019 06:02
Jakarta: Kehadiran pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru nantinya diklaim mampu menghemat keuangan negara yang sedianya digunakan untuk impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai bahan baku pembangkit.
 
PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) sebagai perusahaan swasta yang mengerjakan proyek PLTA Batang Toru menyatakan dengan adanya PLTA tersebut tidak perlu lagi ada impor BBM. Senior Advisor Lingkungan NSHE Agus Djoko Ismamto mengatakan pemerintah bisa merealokasikan anggaran impor tersebut pada program sosial lain.
 
"Penghematan USD400 juta atau sekitar Rp5,6 triliun per tahun," kata Agus di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019, seraya menambahkan selain berdampak bagi penghematan anggaran, kehadiran PLTA ini diklaim bakal mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus mengatakan proyek pembangkit ini apabila telah beroperasi bisa menekan emisi karbon kurang lebih 1,6 juta ton dalam satu tahun. Dia mengatakan PLTA Batang Toru berasal dari energi bersih sehingga produk yang dihasilkan juga bersih pada saat digunakan serta tidak menimbulkan dampak lingkungan.
 
"Dengan energi bersih ini kalau disetarakan mengurangi emisi karbon 1,6 juta ton. Ini susah membayangkannya," tutur dia.
 
Selain itu, Agus mengibaratkan untuk menekan emisi karbon dalam jumlah tersebut maka setara dengan menanamkan pohon saga di lahan seluas 120 ribu hektare. "Kalau mau menyerap itu (emisi) buat lah hutan seluas 120 ribu hektare," jelas dia.
 
Lebih jauh, proyek PLTA Batang Toru ditargetkan akan beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) di 2022. Saat ini progres pembangunan proyek berkapasitas 510 megawatt (4 x 127,5 MW) telah memasuki tahap konstruksi. Agus mengatakan progres konstruksi proyek yang diklaim ramah lingkungan ini baru mencapai 11 persen.
 
Adapun nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek PLTA Batang Toru yakni mencapai USD1,68 miliar atau setara Rp237,7 triliun. Pendanaan tersebut berasal dari ekuitas perusahaan dan pinjaman.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif