Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

ICP Oktober Turun ke USD59,82 per Barel

Ekonomi kementerian esdm minyak mentah
Suci Sedya Utami • 08 November 2019 17:28
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah (Indonesian crude price/ICP) pada Oktober 2019 sebesar USD59,82 per barel.
 
Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 225 K/12/MEM/2019 yang diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Angka penetapan ini mengalami penurunan sebesar USD1,02 per barel dibandingkan September senilai USD60,84 per barel.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi yakni melambatnya pertumbuhan ekonomi global sehingga menyebabkan rendahnya permintaan pasar terhadap minyak mentah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Asumsi pasar bahwa permintaan minyak mentah global akan tetap melemah seiring memburuknya pertumbuhan ekonomi global, juga menyebabkan penurunan harga minyak Oktober," kata Agung dalam keterangan resmi, Jumat, 8 November 2019.
 
Selain itu sengketa perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih menjadi pemicu atas pesimisme pasar akan perbaikan ekonomi global.
 
"Kondisi penyelesaian (perang dagang) ini berdampak langsung terhadap harga minyak mentah global," tutur dia.
 
Catatan Tim Harga Minyak Indonesia menyebutkan, harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober mengalami penurunan dibandingkan September 2019. Dated Brent misalnya, jenis minyak mentah tersebut mengalami penurunan sebesar USD3,05 per barel dari USD62,77 per barel menjadi USD59,72 per barel.
 
Sementara, untuk jenis minyak mentah lainnya seperti WTI (Nymex) turun sebesar USD2,96 per barel dari USD56,97 per barel menjadi USD54,01 per barel. Basket OPEC turun sebesar USD2,48 per barel dari USD62,36 per barel menjadi USD59,88 per barel. Serta Brent (ICE) turun sebesar USD2,66 per barel dari USD62,29 per barel menjadi USD59,63 per barel.
 
Faktor lain penetapan ICP Oktober adalah keyakinan pasar atas jaminan pasokan minyak mentah global (security of supply) seiring dengan semakin meningkatnya stok minyak mentah komersial negara-negara organisasi kerja sama dan pembangunan ekonomi (OECD) seperti dilansir oleh laporan International Energy Agency (IEA) periode Oktober 2019.
 
"Lebih dari tiga juta barel serta tambahan stok dari negara-negara anggota IEA sebesar 1,6 juta barel yang setiap saat dapat dilepas ke pasar. Ini rekor tersendiri," tutur Agung.
 
Lebih lanjut, Agung menambahkan keraguan pasar atas sejumlah serangan di beberapa fasilitas minyak mentah di Arab serta kepastian dan kecepatan Arab Saudi mengembalikan sebagian besar pasokan minyak yang hilang, menjadi dasar pertimbangan penetapan ICP Oktober.
 
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan produk minyak akibat peningkatan aktivitas kilang di beberapa negara Asia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif