Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar mengatakan seperti holding BUMN pertambangan tahap pertama pada holding BUMN adalah inbreng saham PGN ke Pertamina. Dengan begitu, induk usaha holding BUMN migas adalah Pertamina dan anggota holding adalah PGN.
"Itu kan sama seperti holding tambang, Inalum jadi induknya. Di holding migas ini sama tidak berubah juga Pertamina jadi induknya. Kemudian PGN menjadi bagian dari pada Pertamina. Karena saham pemerintah kan di-inbreng ke Pertamina," kata Syahrial kepada Medcom.id, Senin, 11 Desember 2017.
Ia menuturkan, tahap awal yang dilalui dalam holding BUMN migas adalah PGN masuk ke Pertamina menjadi anggota holding. Sementara rencana peleburan Pertagas ke PGN itu adalah tahapan selanjutnya.
"Iya. Itu tahap satu yang akan terjadi itu. Dengan PP itu setelah itu, akan masuk tahap berikutnya. Nah seberapa cepat lambatnya, itu yang akan kita lihat. Karena kan, begitu holding diundangkan akan ada RUPS. RUPS untuk menentukan langkah selanjutnya," jelas dia.
Syahrial menekankan pembentukan holding BUMN migas ini nantinya akan menciptakan dampak positif yang sangat besar. Mulai dari kegiatan bisnis, pembangunan infrastruktur, sampai kegiatan investasi di masa depan.
"Yang pasti nanti saat ada holding akan dilakukan perbaikan pola bisnis model yang membuat dia lebih efektif lagi. Kan kalau sudah gabung kan lebih mudah menyusun itu," ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menargetkan holding BUMN migas akan terbentuk pada kuartal satu 2018.
"(Yang akan terbentuk) Migas sama perbankan. (Target kuartal satu) Iyaa. Insyaallah didoakan dong. semoga BUMN semakin sehat. Makin bagus," ucapnya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News