Fasilitas untuk industri petrokimia milik Petronas berdampingan dengan refinery minyak mentah di Pengerang Integrated Complex di Johor selatan, Malaysia. (FOTO: Asep Setiawan/Metro TV)
Fasilitas untuk industri petrokimia milik Petronas berdampingan dengan refinery minyak mentah di Pengerang Integrated Complex di Johor selatan, Malaysia. (FOTO: Asep Setiawan/Metro TV)

Petronas Siap Operasikan Penyulingan Minyak Terbesar di Asia Tenggara

Asep Setiawan • 20 Maret 2018 11:20
Johor: Pengerang Integrated Complex (PIC) milik Petronas siap mengoperasikan kompleks pengolahan minyak dan petrokimia di Johor, Malaysia.
 
Proyek lima tahun yang masuk tahap penyelesaian dengan biaya USD27 miliar tersebut akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan siap beroperasi kuartal pertama di 2019.
 
Head of Strategic Communication Petronas Izzuddin Abdul Ghani menjelaskan fasilitas ini mampu mengolah minyak mentah per hari 300 ribu ribu barel. Fasilitas refinery atau penyulingan minyak mentah ini dapat menghasilkan 220 ribu barel per hari produk minyak seperti bensin, solar, sampai dengan bahan bakar pesawat jenis jet A1.

"Dengan adanya proyek ini maka kebutuhan BBM di dalam negeri sebagian dapat dipenuhi. Malaysia sampai saat ini dengan berbagai fasilitas penyulingan minyak mentah mampu menghasilkan 539 ribu barel per hari," jelas dia, di lokasi proyek di Johor selatan, Malaysia, Selasa, 20 Maret 2018.
 
Sementara kebutuhan terhadap BBM per hari mencapai hampir 800 ribu barel. Namun dengan adanya kompleks Pengerang ini dan dilengkapi dengan fasilitas di Sipitang Oil & Gas Industrial Park (SOGIP), Sabah maka Malaysia diproyeksikan akan memproduksi minyak sampai 1,1 juta barel per hari.
 
Malaysia diperkirakan akan menjadi eksportir minyak hasil olahan. Megaproyek yang dibangun mulai 2014 ini menghabiskan biaya USD27 miliar (sekitar Rp372 triliun) dan menempati kawasan seluas 1.500 hektare di pinggir pantai di negara bagian Johor.
 
Kelebihan fasilitas ini karena terletak di pantai dengan laut dalam sehingga bahan baku minyak mentah dapat merapat dan langsung dipasok ke PIC. Selain itu, PIC berada di dekat jalur laut internasional sehingga memudahkan akses keluar dan masuk kapal tanker serta dekat denga Singapura dan Pulau Batam.
 
Dalam pembangunannya proyek ini melibatkan sekitar 140 perusahaan dan kontraktor asing namun tidak ada satu pun dari Indonesia. Sekitar 60 ribu tenaga kerja antara lain dari Banglades, Tiongkok, dan Indonesia terlibat dalam pembangunannya.
 
Petronas Siap Operasikan Penyulingan Minyak Terbesar di Asia Tenggara
Salah satu sudut dari kawasan industri petrokimia di Pengerang Integrated Complex, Johor Malaysia milik Petronas seperti terlihat Selasa, 20 Maret 2018. Tahun depan industri petrokimia milik Petronas ini diproyeksikan menghasilkan produk 3,1 juta ton per tahun. (FOTO: Asep Setiawan/Metro TV)
 
Industri Petrokimia
 
"Keunikan proyek ini adanya integrasi antara refinery minyak mentah dengan industri petrokimia di satu tempat dan dibangun sekaligus," tambah dia.
 
Kompleks industri ini akan berbasiskan kepada minyak mentah yang berbeda dengan fasilitas di Kertih Refinery, Terengganu di mana industri petrokimia berbasiskan gas.
 
Fasilitas untuk pengolahan petrokimia milik Petronas ini juga sudah siap tahun depan dengan berbagai produknya di satu tempat. Diperkirakan industri petrokimia akan menghasilkan 3,6 juta ton per tahun. Produk yang akan dihasilkan dari industri petrokimia ini berbasiskan kepada polymer dan glycols.
 
Dalam proses pembangunannya, seperti dijelaskan Izuddin, memindahkan beberapa kampung dengan ribuan warga di dalamnya, satu kawasan pemakaman Islam, satu area pemakaman Tiongkok. Oleh karena itu proses perubahan sosial di Johor selatan ini juga berlangsung dengan berbagai dinamikanya termasuk pengaduan dan protes.
 
Petronas kemudian membentuk berbagai forum untuk menampung aspirasi warga seperti dengan Johor Economic Planning Unit dan South East Johor Development Authority. Petronas juga memikirkan warga yang direlokasi ini untuk ditempatkan di kawasan baru bernama perumahan Taman Bayu Damai.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan