NEWSTICKER
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif - - Foto : Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif - - Foto : Kementerian ESDM

Menteri ESDM Janjikan Harga Gas untuk PLN USD6 per MMBTU

Ekonomi gas pln kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 27 Februari 2020 22:39
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjanjikan harga gas untuk pembangkit PT PLN (Persero) USD6 per million british thermal unit (MMBTU). Harga tersebut untuk gas yang dikonversi dari bahan bakar minyak (BBM).
 
"Kita usahakan USD6 per MMBTU, Insyaallah," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Penurunan harga gas diyakini PLN akan membuat harga listrik yang dijual pada masyarakat bisa lebih murah. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan gas merupakan salah satu sumber energi utama bagi PLN.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga gas menjadi salah satu komponen pembentukan biaya pokok-pokok penyediaan listrik (BPP). Apabila BPP-nya turun, harga listriknya juga turun. Apalagi PLN hanya bisa mendapatkan margin maksimal dari penjualan listrik sebesar tujuh persen.
 
"Kalau BPP turun maka dengan sendirinya tarif bisa turun. Setiap penghematan yang terjadi di PLN pasti di passthrough ke pelanggan," kata Zulkifli.
 
Ia berharap PLN dimasukkan ke dalam kategori industri yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016. Perpres tersebut mengatur harga gas untuk tujuh industri sebesar USD6 per MMBTU. Saat ini harga gas industri masih berada pada angka di atas USD9 per MMBTU.
 
PLN sebelumnya pernah berharap agar bisa menikmati kebijakan domestic market obligation (DMO) atau pasokan dalam negeri untuk gas bagi bahan bakar pembangkit. Hal tersebut pernah diutarakan oleh Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis I PLN.
 
"Kami mengharapkan ada dukungan dari pemerintah. Karena saat ini harga gas masih dengan formula ICP," ujar Sripeni kala itu.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif