Ilustrasi pipa PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ilustrasi pipa PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

PGN-Ophir Teken Kontrak Pasok Gas dari Lapangan Maliwis

Ekonomi pengelolaan gas bumi perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 24 Februari 2020 18:29
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyepakati kontrak baru bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Ophir Indonesia Madura Offshore Pty Ltd untuk memasok gas demi memenuhi kebutuhan di Jawa Timur.
 
Dengan kontrak anyar ini, Ophir bakal memasok gas dari Lapangan Maliwis dengan perjanjian jual beli gas (PJBG) yang ditandatangani pekan lalu. Selama ini pasokan gas PGN dari Ophir berasal dari Lapangan Maleo.
 
"Kerja sama pasokan gas untuk Lapangan Maliwis sampai 2023 dengan volume rata-rata sebesar 20 BBTUD. Dengan demikian, ketahanan pasokan kebutuhan gas di Jawa Timur untuk sementara waktu dapat terjaga," ungkap Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan resminya, Senin, 24 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini pasokan gas di Jawa Timur bersumber dari beberapa lapangan KKKS. Sejak tiga tahun terakhir, kondisi lapangan beberapa kali mengalami gangguan dan penurunan alamiah sehingga menyebabkan ketahanan pasokan gas bumi Jawa Timur terganggu.
 
Di sisi lain, untuk mencari solusi kebutuhan gas bumi di Jatim dan untuk meningkatkan ketahanan pasokan gas, pengembangan terminal gas alam cair (LNG) di Teluk Lamong ditargetkan akan selesai 2020. Pengembangan terminal tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 180 juta standar kaki kubik (MMSCFD) di 2023, serta dapat berkembang untuk memenuhi semua kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD.
 
"Selain memenuhi kebutuhan gas dan kepastian pasokan yang lebih terjamin, pengembangan LNG Teluk Lamong ditargetkan dapat memberikan efisiensi untuk konsumen dan memperluas pelayanan gas bumi. Terminal energi Teluk Lamong juga bagian dari strategi untuk mendukung tercapainya kemandirian energi nasional," tutur Rachmat.
 
Dalam menjalankan operasional memasok gas di Jawa Timur, PGN selalu berupaya agar aliran gas tetap bisa stabil. Maka dari itu, terminal LNG juga menjadi solusi sebagai sumber alternatif apabila terjadi kekurangan pasokan.
 
"Untuk menghindari kondisi shortage atau kekurangan pasokan gas di Jawa Timur, perlu integrasi dan sinkronisasi perencanaan infrastruktur, pasokan dan demand secara mendalam. Penyediaan pasokan gas dari LNG menjadi opsi untuk menjaga reliability dan security pasokan gas di Jawa Timur," tambah Rachmat.
 
Dalam waktu dekat, PGN optimistis mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi guna pemenuhan kebutuhan ke berbagai segmen di Jawa Timur. Serta menjangkau wilayah-wilayah baru di Jawa Timur seperti di wilayah selatan dan barat Jatim.
 
Dengan terpenuhinya kebutuhan gas dan ketahanan pasokan gas yang terjamin, diharapkan dapat mewujudkan ketahanan energi dan mengembangkan titik-titik perekonomian baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Jaringan pipa gas di Jawa Timur untuk menyalurkan gas bumi telah mencapai lebih dari 1.900 Km. Di Jawa Timur terdapat pusat-pusat industri dan populasi rumah tangga yang cukup padat sehingga pemakaian energi gas bumi cukup tinggi. Volume kebutuhan gas Jawa Timur 150-160 BBTUD, namun di 2019 pasokan yang bisa disalurkan sekitar 130 BBTUD," jelas Rachmat.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif