Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Pemangkasan Produksi Dorong ICP Meningkat ke USD67,18/Barel

Ekonomi minyak mentah
Suci Sedya Utami • 08 Januari 2020 14:14
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada akhir 2019 meningkat sebesar USD3,92 per barel. ICP pada Desember bertengger di level USD67,18 per barel, lebih tinggi dibanding November yang berada di titik USD63,26 per barel.
 
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kesepakatan negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC) untuk memperpanjang periode pemotongan produksi dan menambah besaran pemotongan produksi sebesar 500 ribu barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari sehingga mendorong peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional selama bulan Desember 2019.
 
Tim Harga Minyak Indonesia juga melaporkan kenaikan dialami ICP Sumatran Light Crude (SLC) yang mencapai USD67,61 per barel atau naik USD3,97 per barel dari USD63,64 per barel.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kesepakatan OPEC, kenaikan harga minyak utama di pasar internasional juga disebabkan oleh respons positif pasar atas tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok tahap satu yang meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi global serta permintaan minyak mentah global. Selain itu, kebijakan Federal Reserve AS untuk tidak merubah tingkat suku bunga sehubungan dengan prospek ekonomi yang dinilai menguntungkan.
 
Pasar juga memberikan respon positif atas melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap euro dan poundsterling sehingga mendorong investor untuk memindahkan investasi di bursa komoditas, serta meningkatnya kebutuhan minyak mentah saat musim dingin dan akhir tahun.
 
Faktor lain yang meningkatkan harga minyak dunia yakni Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah komersial AS pada Desember 2019 sebesar 5,7 juta barel menjadi sebesar 441,4 juta barel dibandingkan November 2019.
 
"Hal ini didukung oleh peningkatan pengolahan minyak di sejumlah kilang AS pada akhir tahun karena ketentuan pajak yang mendorong minimalisasi stok penyimpanan minyak mentah," papar Tim Harga Minyak Indonesia dalam lapoarannya, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh publikasi International Energy Agency (IEA) periode Desember 2019 yang melaporkan bahwa proyeksi permintaan minyak mentah global naik di kuartal empat 2019 sebesar 500 ribu barel per hari dibandingkan kuartal tiga 2019 yang dihasilkan dari perbaikan pertumbuhan permintaan minyak mentah negara-negara organisasi kerja sama dan pembangunan ekonomi (OECD).
 
Selain itu, penurunan produksi Iran menjadi sebesar 2,13 juta barel per hari yang merupakan produksi terendah sejak 1988, akibat pengenaan sanksi oleh AS. Terakhir, penurunan jumlah oil rig AS menjadi 663 rig yang merupakan angka terendah sejak Maret 2017.
 
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh impor minyak mentah Tiongkok yang mencapai rekor tertinggi seiring kilang teapot beroperasi secara maksimal untuk menghabiskan kuota impor untuk tahun ini sehingga tahun depan dapat memperoleh tambahan kuota impor. Selain itu, pertumbuhan permintaan minyak mentah yang sangat pesat di Tiongkok sebesar 5,5 persen per tahun dan India sebesar 5,1 persen per tahun, dibandingkan dengan AS yang hanya 0,5 persen per tahun dalam dekade terakhir.
 
"Maintenance JERA Power Utility Jepang, menyebabkan meningkatnya permintaan bahan bakar minyak disaat musim dingin di Jepang dan peningkatan China Manufacturing Purchase Manager Index (PMI), meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, juga menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik," jelas Tim Harga Minyak Indonesia.
 
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Desember 2019 dibandingkan bulan November 2019 sebagai berikut:
 
- Dated Brent naik sebesar USD4,00 per barel dari USD63,02 per barel menjadi USD67,02 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD2,73 per barel dari USD57,07 per barel menjadi USD59,80 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD2,63 per barel dari USD62,94 per barel menjadi USD65,58 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD2,46 per barel dari USD62,71 per barel menjadi USD65,17 per barel.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif