Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Serikat Pekerja Pertamina Siap Kawal Kerja Ahok

Ekonomi pertamina Pergantian Direksi BUMN
Suci Sedya Utami • 27 November 2019 10:59
Jakarta: Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menerima dan akan mengawal keputusan Pemerintah yang telah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama Pertamina.
 
Hal tersebut terlampir dalam maklumat yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Presiden FSPPB Ari Gumilar pada 26 November 2019. Serta ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FSPPB Dicky Firmansyah.
 
Maklumat tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan setelah mencermati konstelasi terkait suksesi kepemimpinan perusahaaan. Serta bertujuan demi menjaga kondusifitas di lingkungan kerja dan kepentingan menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengawal keputusan pemerintah atas penetapan pimpinan perusahaan serta mengawal segala bentuk kebijakan pimpinan perusahaan secara proaktif dengan semangat memberikan hasil yang terbaik untuk pekerja dan terbaik untuk perusahaaan," demikian bunyi salah satu poin maklumat tersebut yang diterima, Rabu 27 November 2019.
 
Selain itu, maklumat tersebut juga menyatakan bahwa FSPPB mendukung lima program prioritas presiden republik Indonesia dalam hal pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan segala bentuk regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi.
 
Poin lainnya yakni menjaga persatuan dan kesatuan seluruh pekerja di wilayah kerja masing-masing Serikat Pekerja. Serta tetap melaksanakan aktifitas kerja sebagaimana mestinya sampai ada instruksi lebih lanjut dari FSPPB.
 
"Menyampaikan dan menerjemahkan maklumlat ini kepada seluruh pekerja di wilayah kerja masing-masing Serikat Pekerja," jelas isi maklum tersebut.
 
Presiden FSPPB Arie Gumilar sebelumnya mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh dan organisasi perusahaan yang akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
 
"Kita semua tahu bagaimana track record sikap dan prilaku yang bersangkutan yang selalu membuat keributan dan kegaduhan di mana-mana, bahkan sering kali berkata kotor. Bisa dibayangkan kalau yang bersangkutan masuk ke Pertamina kemudian ada kegaduhan di tubuh organisasi perusahaan," ucap Arie, kepadaMedcom.id, Sabtu, 16 November 2019 lalu.
 
Ia menjelaskan Pertamina merupakan salah satu perusahaan strategis nasional yang mempunyai tugas berat untuk melayani dan menjamin kebutuhan energi masyarakat. Menurutnya tugas tersebut tidak gampang.

 
Dirinya menilai Ahok yang menjabat sebagai petinggi perusahaan pelat merah dan membuat kegaduhan dapat mengacaukan fokus dan konsentrasi perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasi. "Kami menilai sisi buruknya lebih besar dari pada sisi manfaatnya," ungkap dia.
 
Belum lagi, lanjut Ari, Ahok masih cacat secara hukum. Dia, lanjutnya, masih ada kasus-kasus yang belum dituntaskan, khususnya dugaan korupsi. "Belum lagi masih banyak kasus-kasus dugaan korupsi yang bersangkutan yang hingga saat ini belum dituntaskan," tutup dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif