Ilustrasi PLTS Cirata. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Ilustrasi PLTS Cirata. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Kapasitas Proyek PLTS Cirata Dipangkas

Ekonomi pln plts
Suci Sedya Utami • 08 Juli 2019 14:21
Jakarta: PT PLN (Persero) menjelaskan alasan penurunan target kapasitas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata, Jawa Barat yang bakal dibangun. Awalnya kapasitas PLTS tersebut sebesar 200 megawatt (mw).
 
Plh Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan penurunan kapasitas tersebut dihasilkan setelah adanya feasibility study (FS) atau studi kelayakan yang dilakukan PLN. Dia bilang dari luasan area waduk Cirata yang bisa mendapatkan cahaya matahari secara optimal dan dikonversi sebagai daya hanya mendapatkan angka 145 mw.
 
"Ketika dilakukan prasurvei ternyata hanya luasan itu yang mendapatkan sinar yang paling optimal, kalau dikonversi dalam bentuk daya hasilnya 145 mw," kata Dwi pada Medcom.id, Senin, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi mengatakan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan dana. Dia bilang prakiraan dana yang juga berubah menjadi lebih rendah dari sekitar USD300 juta menjadi sekitar USD150 juta hingga USD200 juta bukan alasan kapasitas proyek tersebut berkurang.
 
Menurut Dwi, bahkan kelebihan dana yang mungkin telah disiapkan diawal bisa dialokasikan untuk kegiatan lain. Demikian juga dengan kondisi kebutuhan yang ia bilang tidak menjadi alasan mengapa proyek tersebut dilakukan penyesuaian kapasitas.
 
"Tentunya kalau kita punya dana untuk kapasitas 200 mw, kemudian jadi 145 mw di sini, mungkin sisanya untuk 55 mw akan direalokasi dananya untuk ke yang lain," jelas Dwi.
 
Sebelumnya Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan ada penyesuaian kapasitas dan juga besaran nilai investasi proyek PLTS terapung Cirata.
 
Awalnya proyek PLTS terapung pertama di Indonesia ini berkapasitas sebesar 200 mw yang rencananya akan dibangun dalam dua tahap.
 
Tahap pertama akan dibangun 50 mw, rencananya pembangkit tahap pertama akan selesai dan beroperasi pada kuartal II-2019. Lalu untuk tahap kedua hingga tahap ke empat akan dibangun dengan total 150 mw dan rencananya akan beroperasi pada 2020.
 
"Kapasitasnya jadi 145 mw, sekarang langsung dibangun satu tahap dan ditargetkan COD (beroperasi) di 2021," tutur Rida.
 
Adapun progresnya saat ini, anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) masih mencari rekan (partner) dalam membangun proyek PLTS Terapung Cirata. Rida Mulyana mengatakan keputusan akhir mengenai beauty contest ini bakal diumumkan pada 19 Agustus 2019.
 
Batas akhir penyampaian proposal menjadi rekan yakni pada 12 Juli 2019. Rida mengatakan dari proses penyaringan yang telah mendaftar, sudah ada delapan perusahaan yang mendaftar di antaranya yakni tiga perusahaan asal Jepang, dua perusahaan asal Arab Saudi, satu perusahaan asal Tiongkok, satu perusahaan asal Korea, dan satu perusahaan asal Uni Emirat Arab yakni Masdar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif