Gedung Parlemen. FOTO: MI/SUSANTO
Gedung Parlemen. FOTO: MI/SUSANTO

Legislator Minta Proyek Gas Tangguh Train Tiga Dikebut

Ekonomi gas blok tangguh
Suci Sedya Utami • 21 Januari 2020 08:01
Jakarta: Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta agar BP Berau Ltd segera menuntaskan pembangunan proyek Tangguh Train III agar bisa cepat berproduksi. Pasalnya proyek tersebut molor hingga Agustus 2021.
 
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suprawoto menegaskan hal itu agar setelah berproduksi, gas dari proyek tersebut bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang makin meningkat.
 
Ia memahami jika pasokan dari proyek tersebut nantinya sebesar 75 persen telah berkontrak dengan PT PLN (Persero) untuk memasok berbagai pembangkit. Sementara sisanya ia meminta agar bisa juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri sekaligus demi menekan impor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agustus 2021 tercapai target ya, karena sangat diharapkan sekali 75 persen untuk kebutuhan PLN dan 25 persen bisa cukupi kebutuhan gas dalam negeri yang mulai naik, impor kita juga semakin tinggi untuk gas rumah tangga," kata Sugeng, dalam rapat dengar pendapat dengan KKKS, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
 
Dalam kesempatan yang sama, Head of Country BP Indonesia Moektianto Soeryowibowo mengatakan saat ini progres proyek tersebut untuk konstruksi di offshore telah mencapai 98 persen dan di onshore 67 persen. Ia meyakini dengan progres tersebut target beroperasi di Agustus tahun depan bisa dicapai.
 
"Melihat perkembangan proyek di sana, ada dua komponen besar onshore dan offshoe, untuk offshore sudah capai 98 persen yang onshore baru 67 persen. Jadi kita yakin ready for startup Agustus 2021 kita bisa penuhi," kata Moektianto.
 
Nantinya dengan beroperasinya Tangguh Train-3 maka kapasitasnya akan bertambah sebesar 3,8 juta metrik ton per tahun. Sehingga total kapasitas Kilang Tangguh di 2021 mencapai 11,4 juta metrik ton.
 
Kilang Tangguh mulai berproduksi sejak 2009 lewat proyek Tangguh Train-1 dan Kilang tangguh Train-2 dengan kapasitas total 7,6 metrik juta ton per tahun atau 1,4 juta kaki kubik (bcf) gas. Hingga awal Januari 2019, produksi telah mencapai 1.000 kargo.
 
Pada 2019, produksi LNG Kilang Tangguh telah mencapai 100 persen target work pland and budget (WP&B) yakni sebesar 118 kargo. Pada 2021, Kilang Tangguh dtargetkan mampu memproduksi sebesar 121 kargo.
 
Lebih jauh, Moektianto mengatakan, BP telah berkontrak dengan PLN untuk memasok 75 persen produksi gas proyek tersebut. Sedangkan sisanya rencananya akan diekspor. PLN nantinya akan menerima 688 kargo dari Kilang LNG Tangguh selama 2016 sampai 2033 dengan rincian 12 kargo pada 2016, dan 20 kargo per tahun selama 2017 sampai 2019.
 
Kemudian, 44 kargo pada periode 2022 sampai 2033. Pembeli LNG lainnya yakni Kansai Electric Power Company sebesar satu juta ton per tahun. "Sejak 2013 kita sudah kirimkan kargo keperluan domestik 135 kargo, baik ke PGN, PLN, Nusantara Regasm maupun pabrik pupuk," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif