Menko Maritim Luhut Pandjaitan. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Pemerintah Bakal Percepat Larangan Ekspor Mineral

Ekonomi ekspor minerba minerba
Eko Nordiansyah • 12 September 2019 19:34
Jakarta: Pemerintah berencana mempercepat aturan soal larangan ekspor mineral demi mendukung hilirisasi di dalam negeri. Beberapa komoditas mineral rencananya akan dilarang untuk ekspor dalam bentuk mentah mulai tahun depan.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan percepatan larangan ekspor bisa saja dilakukan jika sudah ada investor yang mendukung proses hilirisasi. Selama ini, kata dia, masih banyak eskpor mineral mentah ke luar negeri.
 
"Kita lihat, kita pelajari dengan cermat. Kan seperti berkali-kali saya bilang ya. Selama ini kita ekspor tuh ke luar, 98 persen misal, nikel itu (diekspor) ke Tiongkok," kata dia ditemui usai seminar di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah menetapkan larangan ekspor nikel mulai Januari 2020, yang sejatinya baru akan berlaku mulai 2022 mendatang. Sementara untuk bauksit, larangan ekspor baru akan diberlakukan pada awal 2022.
 
"Sekarang kita kenapa enggak bikin (hilirisasi) di dalam (negeri). Kalau dia mau diproses di sini dengan listrik yang lebih murah, ya kan. Jadi ya sama saja yang lain juga begitu," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, proses hilirisasi nikel berpotensi memberikan keuntungan mencapai USD34 miliar sampai dengan 2024. Bahkan produk dari hilirisasi nikel ini bisa digunakan untuk kerangka membangun industri mobil listrik di dalam negeri.
 
Bukan hanya nikel, seluruh komoditas yang ada di Indonesia juga memiliki potensi yang sama besarnya jika diproses di dalam negeri. Luhut menginginkan Indonesia mendapatkan nilai tambah, tak sekadar ekspor mineral mentah semata.
 
"Kita bisa sendiri, kita saja yang kadang-kadang ya mau gampangnya saja ekspor raw material. Ya mesti ada pengorbanan sedikit tapi setelah berapa tahun itu pasti akan beri nilai tambah," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif