Menanggapi hal ini, Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menyatakan siap membantu Pemerintah untuk mengevaluasi dua sumur tersebut.
Ketua IATMI, Alfi Rusin mengatakan telah menghubungi Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menawarkan kerja sama untuk mengevaluasi dua sumur tersebut.
"Saat ini IATMI telah menghubungi Ditjen Migas dalam beberapa hari dan siap terlibat," kata Alfi, usai menghadiri diskusi siang tadi di Kantor SKK Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (13/1/2015).
Alfi menuturkan akan menyiapkan tim yang berkompetensi untuk menjadi tim kajian terkait tentang rencana pengeboran tersebut. Ia juga mengatakan tim kajian juga sudah ada sebelumnya saat proyek Lapindo akan dikerjakan.
"Karena tim yang waktu itu juga masih ada. Tim kami merupakan orang berpengalaman," ungkap dia.
Sebagai informasi, PT Lapindo berantas berencana mengebor sumur yang lebih dalam dibandingkan sebelumnya. Lantaran lokasinya hanya berjarak dua kilometer (km) dari sumur yang blow out beberapa tahun silam. Hal ini menimbulkan keresahan masyarakat. Sumur yang akan dibor adalah Tanggulangin (TGA)-6 di well pad TGA-1 dan Tanggulangin (TGA)-10 di well pad TGA-2.
Namun, rencana itu tidak dilanjutkan, karena belum mendapat surat keselamatan kerja dari Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News