Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati mengatakan, PLTMG tersebut akan menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 30 megawatt (MW) yang sebelumnya tidak dioperasikan. PLTMG itu berkapasitas 100 MW dan akan dibangun di Senayan, Jakarta Selatan, pada 2017.
"Itu (PLTMG di Senayan yang mengerjakan) anak usaha PLN, Indonesia Power. Upgrade PLTD sebelumnya 30 MW," kata Nicke, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Untuk PLTMG, Nicke menyebutkan, saat ini untuk membangun PLTMG satu megawatt diperkirakan akan memakan dana sebesar Rp1,5 triliun sampai dengan Rp1,8 triliun. Jadi, jika untuk membangun 100 megawatt akan memerlukan dana kurang lebih sebesar Rp180 triliun.
"PLTG itu sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp1,8 triliun tinggal dikalikan saja," ucap dia.
Lebih lanjut, tambahnya, untuk pasokan listrik MRT harus terpisah dari pasokan lainnya. Hal itu bertujuan guna meningkatkan kehandalan MRT tersebut. Sedangkan listrik Jakarta, Nicke mengungkapkan, sudah terkoneksi dengan sistem Jawa-Bali. Sehingga, bila terjadi kendala di Jakarta akan mendapatkan back up dari sana.
"MRT tambah 100 MW di Senayan. Untuk Jakarta, Jawa Bali sudah interkoneksi kalau ada bermasalah di-back up yang lain," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News