Di samping beasiswa, Universitas Pertamina juga menawarkan pembebasan sumbangan pengembangan institusi kepada 164 orang dan keringanan biaya kuliah sebesar 50 persen kepada 194 mahasiswa. Para mahasiswa berasal dari 33 provinsi di Tanah Air dengan Jawa Barat menjadi daerah asal mahasiwa terbanyak, yaitu 333 orang.
“Para mahasiswa baru Universitas Pertamina adalah putra-putri terbaik yang terpilih setelah mengikuti tes masuk dengan tingkat persaingan yang sangat ketat,” ujar Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka dalam sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru Universitas Pertamina tahun akademik 2016/2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (15/8/2016).
Selain mahasiswa baru, hadir jajaran rektor dan civitas akademik Universitas Pertamina, juga Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsyah Suryadi, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anies, serta jajaran direksi dan manajemen Pertamina.
Akhmaloka mengatakan Universitas Pertamina hadir untuk membangun dan mengembangkan SDM serta ilmu pengetahuan. Juga sebagai sarana menjembatani antara kebutuhan industri dengan pengembangan inovasi di perguruan tinggi.
Untuk memberikan akses pendidikan bagi semua kalangan, kata Akhmaloka, Pertamina memberikan tiga katagori beasiswa, yaitu Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina (BEUP) mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, beasiswa undangan, dan beasiswa prestasi yang diseleksi melalui lomba karya kreatif dan inovatif.
“Lomba karya kreatif dan inovatif bagi ini terdiri atas tiga kategori, yaitu lomba karya ilmiah, lomba desain grafis, dan lomba aplikasi digital dan diselenggarakan pada 7 April–15 Juli 2016,” ujar Akhmaloka.
Eman Sulaeman Nasim, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Kreatif dan Inovatif Pertamina, mengatakan peserta Lomba Karya Kreatif dan Inovatif lebih dari 150 orang dari tiga katagori. Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai pemenang, masing-masing 5 pemenang untuk kategori lomba karya ilmiah dan desain grafis dan 4 pemenang untuk aplikasi digital.
“Mereka memang pantas untuk mendapatkannya. Selain hasil karya tulis, desain grafis serta karya aplikasi digital juga nilai akademis selama SMA atau SMK memang bagus. Dengan demikian kreativitas mereka seiring sejalan dengan kecerdasan,” ujar Eman.
Alyosius mengatakan salah satu tantangan BUMN ke depan adalah mengatasi ketidakmerataan hasil pembangunan, menciptakan ketahanan energi dan pangan, infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan serta pengembangan SDM. Karena itu sangat diperlukan adanya koneksitas di antara BUMN dalam menyediakan SDM yang siap mendukung percepatan roadmap BUMN dalam perguruan tinggi.
“Kami mengapresiasi kehadiran Universitas Pertamina yang fokus pendidikannya untuk menghasilkan SDM yang mumpuni yang bisa berkiprah dalam pengembangan sektor energi di Tanah Air di masa depan,” jelas Alyosius.
Wisnuntoro, Sekretaris Perusahaan Pertamina, menjelaskan Pertamina tidak ingin anak-anak berprestasi tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena kendala biaya. Apalagi Pertamina memiliki perwakilan di seluruh Tanah Air sehingga mempermudah penjaringan.
Universitas Pertamina berdiri pada 1 Februari 2016 sebagai bentuk tanggungjawab sosial PT Pertamina (Persero) di bidang pendidikan. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi di Indonesia dengan yang kurikulumnya dibuat khusus berbasis industri energi.
Program studi yang dikelola oleh perguruan tinggi swasta ini adalah Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Perminyakan, Teknik Elektrok, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen, Ekonomi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Kimia, Ilmu Komputer, Ilmu Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News