Cara Pertamina Perkecil Defisit Transaksi Berjalan

Annisa ayu artanti 25 Oktober 2018 07:30 WIB
pertaminadefisit transaksi berjalan
Cara Pertamina Perkecil Defisit Transaksi Berjalan
Ilustrasi (MI/JHONI KRISTIAN)
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencari struktur pembiayaan lain selain menggunakan dolar Amerika Serikat (USD) untuk memperkecil defisit neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD).

Direktur Pemasaran Ritail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan upaya tersebut tidak hanya dilakukan oleh Pertamina tetapi dilakukan oleh perusahaan BUMN lainnya. Untuk Pertamina, lanjutnya, pencarian struktur pembiayaan dilakukan untuk transaksi-transaksi pembelian minyak.

"Iya jadi kita coba mencari mencari struktur atau skema pembiyaan atau pembayaran menggunakan rupiah," kata Mas'ud, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Lebih lanjut, ia menuturkan, saat ini sudah ada satu negara yang bisa dan mau bertransaksi menggunakan mata uang selain USD dalam setiap pembayaran minyak menggunakan rupiah. Negara tersebut adalah Malaysia melalui Petronas.

"Yang sudah jalan itu kalau enggak salah dengan kolega kita Petronas, kita coba dengan yang lain," jelas dia.

Selain cara itu, tambahnya, untuk memperkecil CAD Pertamina juga membeli minyak bagian kontraktor yang diproduksi dari blok migas di Indonesia. Mas'ud menjelaskan dengan membeli minyak dari kontraktor akan membantu mengurangi impor minyak sehingga bisa menghemat devisa negara.

"Jadi yang kita lakukan sekarang itu dua. Mengurangi impor dengan cara membeli seluruh produksi minyak yang diproduksi di dalam negeri," tutup dia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id