Meskipun sampai saat ini belum ada surat dari Pertamina terkait elpiji baru, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mendukung adanya keberadaan elpiji 5,5 kg tersebut.
"Suratnya saya belum sempat lihat baru datang dari luar negeri, harapanya tidak banyak hal yang harus didiskusikan karena semua persyarartan dilengkapi semua, itu semua baguskan jadi masyarakan punya pilihan produk," kata Wiratmaja, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (23/9/205).
Menurutnya, produk yang rencananya akan diluncurkan pada Oktober ini merupakan produk yang kreatif karena nantinya akan memberikan pilihan kepada masyarakat. Dengan begitu pemerintah berharap bisa mempekecil penyalahgunaan subsidi yang dikonsumsi melalui elpiji 3 kg.
"Kita berharap begitu juga, produk kreatif Pertamina bagus," ujar dia.
Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang mengatakan akan menyiapkan sebanyak 70 ribu tabung saat meluncurkan produk barunya yakni elpiji ukuran 5,5 kg pada Oktober. Jumlah tabung tersebut dikeluarkan Pertamina sebagai uji coba.
"Kita siapkan 70 ribu tabung," kata Ahmad Bambang.
Jumlah tersebut akan dikeluarkan Pertamina sebagai bentuk percobaan terlebih dahulu, seperti pada saat mencoba BBM)jenis baru pertalite, beberapa bulan lalu. Diharapkan, masyarakat bisa menerima produk baru Pertamina ini.
Menurut Ahmad, pengadaan elpiji 5,5 kg ini diperuntukkan untuk konsumen yang menempati hunian apartemen, yang selama ini masih banyak memakai elpiji tiga kg. Padahal, elpiji tiga kg merupakan elpiji yang disubsidi pemerintah untuk masyarakat berpendapatan ke bawah.
"Buat konsumen di apartemen (lantai atas) yang bawa 12 kg itu berat maka mereka sering beli ukuran tiga kg. Nah, kita kasih ukuran 5,5 kg. Orang kaya yang pakai tiga kg supaya pindah ke 5,5 kg," jelas Ahmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News