PT Pertamina (Persero) mempercepat proyek refinary development master plan (RDMP) atau Kilang Balongan fase I dengan skema dual feed competition (DFC). Medcom/Suci.
PT Pertamina (Persero) mempercepat proyek refinary development master plan (RDMP) atau Kilang Balongan fase I dengan skema dual feed competition (DFC). Medcom/Suci.

Pertamina Percepat Proyek Kilang Balongan dengan Skema DFC

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2019 16:49
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mempercepat proyek refinary development master plan (RDMP) atau Kilang Balongan fase I dengan skema dual feed competition (DFC). Penandatanganan skema tersebut dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang bersama Direktur dari Konsorsium RRE dan Konsorsium JSW disaksikan oleh Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina dan Basuki Tjahaja Purnama, Komisaris Utama Pertamina.
 
Adapun Konsorsium REE yaitu PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering, dan PT Enviromate Technology International. Sementara konsorsium JSW diantaranya JGC Indonesia, PT Synergy Engineering, dan PT Wijaya Karya. dua konsorsium ini akan berkompetisi untuk membuat Front End Engineering Design (FEED) terbaik yang akan diimplementasikan pada proyek Kilang Balongan.
 
Dual FEED Competition merupakan strategi kontrak yang menandingkan dua atau lebih praktik FEED yang nantinya kontrak Engineering Procurement, dan Construction (EPC) akan diberikan kepada pemenang FEED tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penandatanganan ini menjadi sejarah bagi Pertamina dan Indonesia. Baru kali ini, pertama kali dalam pembangunan kilang memakai skema ini, agar membangun kilang lebih cepat," kata Nicke dalam keterangan resmi, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Dengan skema ini, kata Nicke, proyek Kilang Balongan fase I bisa selesai lebih cepat menjadi 2,5 tahun. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan skema yang sama pada proyek Kilang Balikpapan, Kilang Plaju, Kilang Dumai dan Kilang Cilacap.
 
Senada dengan hal tersebut, Tallulembang mengatakan implementasi DFC merupakan salah satu upaya akselerasi proyek pengembangan kilang milik Pertamina. Dia bilang untuk memastikan DFC ini merupakan skema yang terbaik, perseroan telah dilakulan roadshow ke beberapa reputable EPC Company di Eropa dan Amerika oleh Board of Directors (BOD) dan Board of Commissioners (BOC) pada Juni 2019, yang ditindaklanjuti dengan penyusunan sistem tata kerja di internal Pertamina terkait DFC.
 
"Hari ini kita bersama-sama menyaksikan salah satu milestone besar dalam implementasi DFC pada proyek RDMP RU VI Balongan fase I yang dimenangkan oleh dua konsorsium. Pengenalan akan konsep DFC di Pertamina ini berawal dari gagasan luar biasa yang dicetuskan oleh Tanri Abeng dan Archandra Tahar pada 2017," jelas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif