Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

PGN Perluas Aliran Gas ke Kabupaten Pandaan

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Antara • 05 November 2019 08:48
Surabaya: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak perusahaannya PT Gagas Energy Indonesia (PGN Gagas) memperluas aliran gas bumi ke industri di wilayah Kabupaten Pandaan, Jawa Timur. Hal itu dilakukan dengan mengalirkan Compress Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
 
PGN Sales Area Head Pasuruan Makki Nuruddin mengatakan aliran itu atas dasar permintaan PT Jaya Sejati (JS). Ia mengatakan PGN selalu siap melayani pelanggan, baik dengan instalasi pipa gas, maupun dengan CNG melalui PGN Gagas bagi calon pelanggan yang belum terjangkau infrastruktur jaringan pipa.
 
Mengutip Antara, Selasa, 5 November 2019, Gagas Energy Indonesia memasang CNG Gaslink dengan nilai volume kontrak 15 ribu m3 per bulan untuk menunjang produksi kapas sintetik yang dipasarkan ke luar Pulau Jawa terutama Kalimantan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemilik PT Jaya Sejati Didin mengatakan dipilihnya CNG Gaslink karena terjamin kualitasnya, serta juga penghitungan pemakaian gasnya, terlebih sebagai anak perusahaan PGN. Perlu diketahui, Gaslink merupakan CNG yang menggunakan teknologi Gas Transportation Module (GTM) hasil pengembangan PT Gagas.
 
Sebelumnya, PGN juga mengalirkan CNG ke PT Unggul Regantris Digdjojo (URD) atau Industri manufaktur peleburan dan ekstruksi aluminium profile yang ada di Menganti-Gresik, Jawa Timur.
 
Business & Development Manager PT URD Andre Hartawan mengatakan sebelum menggunakan gas alam, perusahaannya menggunakan bahan bakar batu bara sebagai bahan bakar utama produksi. Penggunaan batu bara, kata dia, dianggap kurang efisien dan menjadi faktor utama penyebab berbagai kendala terhadap produktivitas mesin dan kualitas produk.
 
"Dengan adanya gas alam sebagai sumber bahan bakar utama, kami telah rasakan secara langsung adanya peningkatan signifikan terhadap cleanliness area produksi sehingga meja-meja produksi tidak mudah tertutup debu batu bara yang dapat menurunkan kualitas produk," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif