Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Tunggu Jokowi, Pendanaan PLTU Terbesar di Asia Tenggara Batal Diteken Hari Ini

Suci Sedya Utami • 08 Juni 2016 13:08
medcom.id, Jakarta: Pembangunan proyek PLTU Batang di Jawa Tengah yang masuk dalam daftar proyek infrastruktur strategis dan prioritas nasional telah mangkrak selama empat tahun, salah satunya karena terkendala anggaran.
 
Guna menggerakkan kembali berjalannya proyek PLTU Batang 2x1000 megawatt (mw) yang merupakan PLTU terbesar di Asia Tenggara, maka diilakukan penandatanganan perjanjian pendanaan berupa financial close dengan Japan Bank International Coorporation (JBIC).
 
Namun, penandatanganan financial close yang seharusnya digelar hari ini, Rabu, 8 Juni, di Kemenko Perekonomian terpaksa ditunda hingga besok dengan alasan Presiden RI Joko Widodo ingin menyaksikan penandatanganan secara langsung di Istana esok hari. Padahal, para pemangku kepentingan dalam proyek tersebut sudah memenuhi kantor Kemenko Perekonomian.

"Pak Presiden barusan telepon meminta finansial closing dilaksanakan besok (Kamis) di Istana. Saya kira ini proyek penting mendanai proyek infrastruktur KPS. Presiden ingin sekali saksikan langsung," kata Sekretaris Menko Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo, Rabu (8/6/2016).
 
Lukita belum memberikan kepastian waktu terkait acara penandatanganan financial close tersebut. "Besok saya akan informasi pukul berapa acara penandatanganan di Istana karena betapa pentingnya enam proyek pembangunan infrastruktur ini," ucapnya.
 
Mendengar pengumuman tersebut, para tamu undangan yang hadir langsung meninggalkan ruang Graha Sawala Kemenko Bidang Perekonomian yang semula digunakan untuk acara penandatanganan tersebut. Termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruaang Ferry Mursyidan Baldan yang sudah hadir memenuhi undangan.
 
Proyek PLTU Batang merupakan PLTU terbesar di Asia Tenggara dengan nilai investasi sekitar USD4 miliar atau sekitar Rp52 triliun mendapatkan kucuran dana dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan beberapa sindikasi perbankan komersial internasional kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku Badan Usaha.
 
Selain PLTU Batang, ada pula penandatanganan perjanjian pengusahaan lima proyek ruas tol, antara lain jalan tol Manado-Bitung terbentang sepanjang 39 kilometer (km), Balikpapan-Samarinda 99 km, Pandaan-Malang 38 km,  Serpong-Balaraja 30 km, dan Terbanggi Besar Pematang Panggang Kayu Agung 185 km. Total nilai keseluruhan proyek mencapai Rp49 triliun.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan