Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

B30 Diyakini Kurangi Impor Minyak 35%

Ekonomi biofuel
Suci Sedya Utami • 03 Desember 2019 19:39
Jakarta: Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan kebijakan mandatori pencampuran solar dan bahan bakar nabati (BBN) atau fatty acid methyl ester (FAME) dalam bentuk minyak kelapa sawit 30 persen atau dikenal dengan B30 diyakini akan bisa mengurangi impor minyak mentah sebesar 35 persen.
 
Kebijakan penggunaan B30 untuk seluruh kegiatan public service obligation (PSO) atau subsidi dan non-PSO akan dimulai sejak 1 Januari 2020. Kebijakan ini merupakan keberlanjutan dari penerapan B20 yang telah dilakukan setahun ke belakang.
 
"Dari B20 kita bisa kurangi impor 25 persen. Kalau tahun depan continue saya kira bisa 35 persen kurangi impor energi," kata Luhut di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut mengatakan impor energi mencapai Rp300 triliun. Jika 35 persennya bisa berkurang, maka negara akan hemat Rp105 triliun. Mantan Komandan Pasukan Khusus (Kopasus) ini mengatakan penerapan biodiesel ini dilakukan untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang salah satunya diakibatkan oleh impor migas.
 
Data terakhir Bank Indonesia mencatat CAD kuartal III-2019 sebesar USD7,7 miliar atau setara 2,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Defisit tersebut mengalami penurunan dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai USD8,2 miliara atau 2,9 persen dari PDB.
 
Sementara itu, data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) terkait impor migas pada Oktober 2019 sebesar USD1,75 miliar. Nilai ini mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yang sebesar USD1,59 miliar.
 
Adapun secara akumulatif impor migas Januari-Oktober 2019 sebesar USD17,61 miliar. Nominal ini menurun dibanding kumulatif pada periode yang sama di tahun lalu yang mencapai USD24,97 miliar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif