Petugas PLN ketika mengecek PLTD Lueng Bata (FOTO: PLN)
Petugas PLN ketika mengecek PLTD Lueng Bata (FOTO: PLN)

Menilik PLTD Lueng Bata, Pembangkit Tertua di Banda Aceh

Eko Nordiansyah • 17 Agustus 2019 10:32
Aceh: Suara mesin diesel nomor empat dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata menderu kencang. Beberapa saat kemudian meredup dan berhenti. Seorang petugas PLN kemudian mencatat dan mengecek beberapa bagian, yang lainnya mengelap komponen-komponen mesin.
 
Mereka sedang melakukan commissioning, sebuah proses yang harus dilakukan setelah perbaikan atau pemeliharaan rutin pembangkit. Commissioning bertujuan memastikan seluruh komponen PLTD terpasang dan terkalibrasi sesuai manual book.
 
Pekerjaan ini dilakukan setelah pemeliharaan rutin. Pemeliharaan dilakukan setiap 6.000 atau 12.000 jam operasi mesin. Di samping itu, juga dilakukan bila terjadi kelainan yang berpotensi kerusakan.  Mesin diesel nomor empat berkapsitas 6,36 MW. Ini adalah satu dari enam mesin yang sedang diperbaiki.

Menilik PLTD Lueng Bata, Pembangkit Tertua di Banda Aceh
Petugas PLN ketika mengecek PLTD Lueng Bata (FOTO: PLN)
 
"Sementara tujuh mesin lainnya masih beroperasi sebagai cadangan pasokan Kota Banda Aceh," kata Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
PLTD Lueng Bata terletak di Jalan Lintas Sumatera. Memiliki total daya terpasang sebesar 58 MW. Pembangkit ini memiliki sejarah  panjang dalam menggerakan roda perekonomian setempat. Sudah 30 tahun lebih sudah, sejak 1981 sampai 2008, PLTD Lueng Bata berperan utama dalam menyokong pasokan listrik Kota Banda Aceh.
 
Menilik PLTD Lueng Bata, Pembangkit Tertua di Banda Aceh
Petugas PLN ketika mengecek PLTD Lueng Bata (FOTO: PLN)
 
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, infrastruktur kelistrikan pun terus dibangun. Pada 2008, beroperasi lah gardu induk 150 kV yang terhubung dengan sistem interkoneksi Sumatera. Secara bertahap, sistem ini mampu memasok Banda Aceh dari 60 MW hingga 160 MW. Hingga kini 239.092 pelanggan dapat menikmati aliran listrik.
 
Dengan masuknya sistem interkoneksi 150 kV ke Banda Aceh, kini daya mampu di Aceh bertambah jadi 233 MW. Pasokan ini cukup untuk memikul kebutuhan masyarakat yang hanya 150 MW. Peran PLTD Lueng Bata pun berganti menjadi pembangkit cadangan. Artinya, dinyalakan ketika dibutuhkan. PLTD Lueng Bata disebut yang tertua yang masih beroperasi di Aceh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan