Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. Foto: Medcom/Suci
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. Foto: Medcom/Suci

PLN Dirikan Pusat Pengelola Informasi dan Solusi Kelistrikan

Ekonomi bumn pln
Suci Sedya Utami • 27 November 2019 14:18
Jakarta: PT PLN (Persero) meresmikan pusat pengelola informasi dan solusi (P2IS) terkait kelistrikan untuk memantau projek yang tengah dibangun perseroan dari Sabang hingga Merauke. P2IS ini terletak di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Pusat.
 
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan selama ini PLN memiliki sistem monitoring yang berada di masing-masing wilayah dan belum terpusat. Misalkan untuk operasi kelistrikan di Jawa Bali dimonitor di Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok. Kemudian untuk operasional kelistrikan di DKI Jakarta terpusat di Gambir.
 
Sripeni mengatakan pengelolaan data ini perlu dipusatkan dan dibuat secara terpadu sehingga lebih mudah dalam melakukan monitoring dan evaluasi terutama jika terjadi gangguan kelistrikan. Ia mengatakan P2SI didirikan untuk menghimpun seluruh data dan juga kondisi sistem kelistrikan di tanah air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kehadiran P2IS menjadi upaya untuk mencegah potensi krisis kelistrikan di beberapa daerah di tanah air. Sebab dengan adanya P2IS, nantinya seluruh data yang masuk akan terpantau secara akurat.
 
Sripeni bilang P2IS menjadi pondasi bagi PLN untuk masuk ke digitalisasi terutama dalam menyelesaikan program big data analisis. Dia mengharapkan dengan adanya. P2IS semua kinerja dan kondisi kelistrikan dapat dikelola secara optimum dalam memitigasi risiko. Serta sebagai upaya peringatan awal (early warning) sistem bagi perusahaan.
 
"Bisa jadi early warning yang sangat penting untuk bisa mendeteksi sedini mungkin, kita bisa mengambil langkah-langkah konkret dan lebih lanjut analisa data ini kita olah untuk mengambil keputusan, kecepatan layanan kemudian mengambil peluang bisnis," tutur Sripeni.
 
Dalam kesempatan yang sama Plt Deputi bidang Usaha Pertambangan, Energi, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Hari Purnomo mengatakan kehadiran P2IS membantu pengawasan dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Misalnya saat ada gangguan di daerah namun selama ini tidak terkoneksi di pusat tentu akan berakibat pada kesulitan mencari solusi.
 
"Jika sudah terkonsolidasi ketahuan obatnya, apakah di situ ada gangguang karena pohon tumbang, pasokan batu bara atau minyak yang kurang bisa diketahui. Karena dokternya ada di P2IS, jadi tahu solusinya apa," ujar Hari.
 
Lebih lanjut Hari menambahkan P2IS juga bisa menjadi alat ukur kinerja terpilih (Key Performance Index/KPI) bagi siapa saja yang terlibat di PLN. Misalnya kinerja divisi keuangan atau divisi operasional bisa termonitor lebih akurat.
 
"Jadi sangat membantu dalam proses transparansi dan akurasi," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif