Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Mau Jual Avtur, AKR Wajib Gandeng Pertamina

Ekonomi pertamina akr corpindo Avtur
Suci Sedya Utami • 01 April 2019 17:23
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan jalan badan usaha termasuk PT AKR Corporindo untuk menjalankan bisnis avtur masih panjang.
 
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan salah satu persyaratannya badan usaha tersebut wajib menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk menjual Avtur. Ifan mengatakan hal tersebut telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 12 Tahun 2008 tentang pengaturan dan pengawasan atas pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak penerbangan di bandar udara.
 
Pasal delapan ayat satu peraturan tersebut menyatakan badan usaha yang akan melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM penerbangan pada bandar udara yang telah dilayani oleh suatu badan usaha wajib melakukan kerja sama dengan badan usaha yang telah beroperasi di bandar udara tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau badan usaha lain swasta katakanlah mau ikut harus mengajukan ke Pertamina," kata Ifan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019.
 
Apabila tidak tercapai kesepakatan untuk bekerja sama antara keduanya pada bandar udara yang telah diyalani tersebut, BPH Migas dapat menetapkan ketentuan lain dengan memperhatikan pertimbangan aspek teknis, ekonomis dan kepentingan nasional. Hal tersebut tertuang di pasal delapan ayat dua.
 
"Kalau tidak bisa bekerja sama, nantinya BPH Migas menentukan lokasinya, BPH akan menetapkan lokasi, contohnya di Morowali," tutur dia.
 
Namun sebelum proses tersebut, tentunya badan usaha yang ingin manjalankan bisnis avtur harus memiliki izin usaha niaga umum BBM. Badan usaha tersebut harus terdaftar pada Badan Pengatur yang dibuktikan dengan nomor registrasi usaha (NRU). Memiliki jaminan asuransi dalam penyediaan dan pendistribusian BBM penerbangan.
 
Menandayagunakan sumber daya manusia yang memenuhi kompetenso yang dipersyaratkan secara nasional dengan memiliki sertifikat tenaga teknik khusus aviasi. Mengutamakan SDM dalam negeri dan mematuhi peraturan yang berlaku.
 
Selain itu badan usaha tersebut harus memiliki dan atau menguasai fasilitas penunjang penyediaan dan pendistribusian BBM penerbangan yang memenuhi persyaratan standar yang berlaku untuk mendukung operasinya di bandar udara.
 
Kemudian melaksanakan penyediaan dan pendistribusian BBM penerbangan sesuai rencana tahunan penyediaan dan pendistribusian BBM penerbangan.
 
"Jadi prosesnya masih panjang, dia harus punya izin tetap dulu, kerja sama dengan Pertamina, baru nanti itu enggak tercapai, barulah (kita tetapkan)," jelas Ifan.
 
Pemerintah telah memberikan lampu hijau bagi PT AKR Corporindo untuk menjalankan bisnis avtur di Tanah Air. Selama ini bisnis Avtur di Indonesia dikuasai oleh PT Pertamina (Persero).
 
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan memerintahkan otoritas pemberi izin yakni Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat progresnya. Termasuk opsi beroperasi untuk menjual avtur bagi pesawat mulai 1 April.
 
"Ya kita mau kalau mereka minta tanggal berapa, ngapain tunggu lama-lama. Kenapa tidak kita berikan izin," tutur Luhut pekan lalu.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif