Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Luhut Sebut Ketahanan Energi Nasional Perlu Diwaspadai

Ekonomi ketahanan energi
Suci Sedya Utami • 29 November 2018 13:13
Jakarta: Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ketahanan energi nasional saat ini perlu diwaspadai. Hal itu diungkapkan Luhut dalam acara Pertamina Energy Forum 2018.
 
Pasalnya, kata Luhut, produksi energi primer makin menipis. Dia bilang produksi minyak misalnya yang mengalami penurunan sebab dalam 15 tahun terakhir hampir tidak ada blok eksplorasi baru. Begitu pula dengan produksi gas alam yang juga menurun.
 
"Jadi ketahanan energi kita harus hati-hati," kata Luhut di Hotel Raffles, Jakarta Pusat, Kamis, 29 November 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya dia bilang Indonesia harus mendorong pengembangan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebab energi fosil dinilai tidak akan bertahan lama. Luhut mengatakan potensi EBT Indonesia sangatlah besar namun pemanfaatannya masih sedikit.
 
"Potensinya 443 ribu megawatt (mw), kita punya geotermal 39 ribu mw. Kalau dengan air, panas bumi kita mungkin akan bisa dengan teknologi baru. Tapi utilisasinya masih rendah," tutur dia.
 
Sementara saat ini Indonesia menghadapi defisit transaksi berjalan yang besar karena tekanan impor akibat pasokan energi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan. Defisit transaksi berjalan tahun ini diperkirakan akan merangkak naik dari USD17 miliar tahun lalu menjadi USD24 miliar akibat impor migas.
 
"Jadi kita harus diversifikasi energi, jangan percaya fosil saja. Kita punya geotermal dan macam-macam, kita olah dengan bagus," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif