PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Dok:AFP.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Dok:AFP.

Amman Ajukan Kuota Ekspor Konsentrat 336 Ribu Ton di 2019

Ekonomi Amman Mineral Nusa Tenggara
Suci Sedya Utami • 21 Januari 2019 19:30
Jakarta: PT Amman Mineral Nusa Tenggara saat ini tengah mengajukan perpanjangan izin ekspor konsentrat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Presiden PT Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan izin ekspor sebelumnya akan berakhir di 21 Februari 2018. Oleh karenanya perusahaan akan mengajukan izin perpanjangan untuk 2019.
 
"Jadi kita dalam proses mengajukan," kata Rachmat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan tahun ini Amman mengajukan kuota ekspor konsentrat sebesar 336 ribu ton. Angka ini lebih rendah dibanding target ekspor di tahun lalu yang sebesar 450.826 ton.
 
Adapun realisasi 2018, diakui Rachmat tidak mencapai target meskipun batas waktu ekspor masih terdapat sisa kurang lebih satu bulan lagi. Namun dia tidak menyebutkan besaran detailnya.
 
"Tetap enggak sampai, enggak mencapai kuota target," tutur dia.
 
Ia bilang ada beberapa alasan yang membuat terget ekspor tidak tercapai di antaranya adanya perubahan jadwal penambangan. Perubana tersebut turut membuat produksi turun sehingga memengaruhi ekspor.
 
"Perencanaan penambangan kita buat lebih efisien. Produksinya kurang, jadi ekspornya kurang," jelas dia.
 
Seperti diketahui Amman merupakan perusahaan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau, di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.
 
Amman memulai produksi dan operasi pada 2000 dan telah menghasilkan sekitar 3,6 juta ton tembaga dan delapan juta ons emas. Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional sebesar 82,2 persen dan PT Pukuafu Indah sebesar 17,8 persen.
 
PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang sahamnya dipegang oleh PT AP Investment sebesar 50 persen dan PT Medco Energi International Tbk sebesar 50 persen.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif