Suasana pertambangan batu bara. Foto: dok MI/Angga Yuniar.
Suasana pertambangan batu bara. Foto: dok MI/Angga Yuniar.

Harga Batu Bara Acuan Mei 2022 Turun USD12,76/Ton

Ekonomi Listrik batu bara impor Kementerian ESDM komoditas PLTU Energi Hijau
Antara • 14 Mei 2022 19:30
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan harga batu bara acuan atau HBA pada Mei 2022 tercatat USD275,64 per ton atau turun USD12,76 per ton dari bulan sebelumnya.
 
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resminya, mengatakan penurunan harga itu terjadi akibat peningkatan pasokan batu bara dunia.
 
"Tiongkok dan India telah meningkatkan jumlah produksi batu bara dalam negerinya untuk mengurangi impor," katanya, Sabtu, 14 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain peningkatan pasokan, keputusan Tiongkok untuk mengurangi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan mengembangkan energi hijau juga turut mendorong penurunan harga batu bara tersebut.
 
Sejak Januari hingga April 2022, grafik HBA terus menanjak mulai dari USD158,50 per ton, naik menjadi USD118,38, lalu, terangkat ke level USD203,69, dan menyentuh angka USD288,40 akibat keputusan Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang melakukan embargo terhadap pasokan energi dari Rusia.
 
HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6.322 kkal per kilogram GAR, total kelembaban delapan persen, total sulfur 0,8 persen, dan abu 15 persen.
 
Terdapat dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan HBA, yaitu pasokan dan permintaan. Pada faktor turunan pasokan dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara pemasok hingga teknis di rantai pasok, seperti kereta, tongkang, maupun terminal pemuatan.
 
Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti gas alam cair nuklir, dan hidro.
 
Di samping itu, pemerintah juga menetapkan HBA domestik khusus kelistrikan sebesar USD70 per ton dan USD90 per ton diperuntukkan bagi HBA untuk kebutuhan bahan bakar industri semen dan pupuk.
 
"HBA Mei akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara selama satu bulan pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut," ujar Agung.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif