Pertamina Diminta Bereskan Pembebasan Lahan Proyek Kilang Tuban

Suci Sedya Utami 14 November 2018 20:48 WIB
kilang tuban
Pertamina Diminta Bereskan Pembebasan Lahan Proyek Kilang Tuban
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.
Jakarta: Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) untuk menyelesaikan pembebasan lahan terkait pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur.

Pembebasan lahan masih menjadi kendala pembangunan untuk pengoperasian kilang minyak baru yang terintegrasi dalam Kompleks Petrokimia di Tuban. Pembangunan kilang tersebut merupakan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft Oil Company.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah telah menentukan pembangunan tersebut di Tuban. Ia bilang secara historis Tuban merupakan daerah yang minim terkena bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

"Namun sudah beberapa tahun ini kami mendapat laporan juga masalah pembebasan lahan yang tidak mudah. coba Ibu Direktur Utama PT Pertamina kirim tim lagi, coba dicek lagi, kalau bisa cepat. Jika tidak bisa diselesaikan terpaksa harus pindah lokasi pembangunan kilangnya," kata Jonan seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pembangunan kilang seluas 800 hektar (ha) memang membutuhkan pembebasan lahan yang kini masih berpolemik. Di lokasi yang rencananya akan dibangun kilang ada lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup seluas 350 ha sementara sisanya milik masyarakat.

"Sejak tiga tahun terakhir sudah banyak langkah yang telah dilakukan Pertamina untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan, dan guna menindaklanjuti permintaan Menteri ESDM agar Pertamina kembali mengirimkan tim untuk menyelesaikan pembebasan lahan, maka dalam bulan ini segera kita akan kirim tim lagi untuk menyelesaikan masalah lahan ini," jelas Nicke.

Ia bilang Pertamina berkeinginan kuat untuk membangun kilang di Tuban karena dilokasi tersebut sudah ada Kompleks Petrokimia sehingga dapat diintegrasikan. Rencana pembangunan kilang di Tuban ini sudah direncanakan sejak 2016.

"Pemerintah ingin sekali kilang ini dibangun untuk mengurangi impor bahan bakar minyak untuk menutupi kebutuhan konsumen didalam negeri, karena itu kita tidak bisa menunggu lagi. Kita segera lakukan lagi pembahasan dengan Pemerintah Daerah di sini agar dapat segera diambil keputusan," lanjut Nicke.

Pembangunan Kilang Minyak Tuban adalah proyek kilang minyak baru dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari. Perencanaan pembangunan Kilang Minyak Tuban akan menggunakan konfigurasi petrokimia (terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama). Pembangunan kilang Tuban oleh Pertamina dan Rosneft diperkirakan akan menelan biaya sekitar USD15 miliar.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id