Menkeu Resmikan Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Geo Dipa. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menkeu Resmikan Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Geo Dipa. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Menkeu Resmikan Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Geo Dipa

Ekonomi pembangkit listrik geo dipa energi
Eko Nordiansyah • 25 April 2019 12:34
Jakarta: PT Geo Dipa Energi (Persero) melaksanakan groundbreaking Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 2 Dieng dan Patuha. Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha masing-masing sebesar 60 megawatt (MW) yang akan selesai pembangunannya di 2023.
 
Pelaksanaan groundbreaking dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rahmatarwata.
 
"Ini merupakan langkah konkret Geo Dipa sebagai BUMN Panas Bumi dan Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan dengan misi mendukung program Pemerintah dalam penyediaan list tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi kepada Indonesia," kata dia di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menkeu Resmikan Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Geo Dipa
Menkeu Resmikan Pembangunan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Geo Dipa. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
 
Geo Dipa juga sedang membangun sendiri 10-15 MW Small Scale Power Plant dan 10-15 MW Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022. Sehingga pada 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW.
 
"Proyek PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha masuk dalam Fast Track Program (FTP) Tahap lI 10 ribu MW bagian dari Program 35 ribu MW merupakan program pemerintah di sektor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan," jelas dia.
 
Menurutnya, Geo Dipa Energi ikut bertanggung jawab dalam memenuhi target Rencana Umum Energi Nasional di pemanfaatan energi setempat yang tersedia secara melimpah guna berperan dalam memenuhi 23 persen pada 2025, serta upaya berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sesuai Paris Agreement.
 
Dirinya menambahkan kontribusi Geo Dipa dalam aspek ekonomi melalui Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saat ini hampir Rp40 miliar. Pada 2023, kontribusi tersebut akan meningkat sejalan dengan kenaikan akumulasi hingga 182 persen.
 
"Sementara itu, untuk kontribusi PNBP Geo Dipa akan mencatatkan kenaikan sebesar 120 persen melalui Bonus Produksi dan luran Eksplorasi ke Kas Umum Daerah dari masing-masing Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Geo Dipa," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif