Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Adaro Prediksi Harga Batu Bara Bakal Melejit Tahun Depan

Ekonomi adaro energy
Suci Sedya Utami • 16 Mei 2019 12:13
Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memprediksi harga batu bara di tahun-tahun mendatang akan melejit kembali sejalan dengan beroperasinya banyak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di atas USD80 per ton.
 
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan dengan beroperasinya banyak PLTU, tentu membutuhkan pasokan batu bara. Sehingga diprediksi harganya bisa mengalami perbaikan dari kondisi saat ini yang terus menurun.
 
"Ke depan harusnya bertambah. PLTU Batang akan beroperasi, PLTU Jawa 7, PLTU yang di Vietnam, Jepang, India juga jadi. Begitu PLTU jalan butuh batu bara, next year akan naik," kata pria yang akrab disapa Boy ini di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu malam, 15 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian dia melihat suplai atau pasokan akan terbatas dan permintaan relatif stabil. Suplai yang terbatas ditenggarai karena financing untuk bisnis pertambangan batu bara baru saat ini cukup sulit. Perbankan relatif berpikir ulang untuk membiayai semenjak runtuhnya harga komoditas.
 
Namun kondisi ini dinilai Boy memberikan warna positif. Sebab jika suplai tidak meningkat karena tidak ada pemain baru, namun kebutuhan batu bara relatif stabil, maka bisa membuat harga naik atau setidaknya stabil tidak turun lagi.
 
"Yang namanya harga sekarang relatif melemah, tapi saya prediksi dia akan steady karena suplai enggak drastis karena financing di sektor pertambangan makin ketat. Bank pilih hold pemain lama," tutur Boy.
 
Adapun untuk produksi batu bara, Adaro masih akan menjaga di angka 54-56 juta ton per tahun dalam kurun waktu 15-20 tahun ke depan.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyatakan harga batu bara acuan (HBA) pada Mei 2019 turun USD6,99 per ton menjadi USD81,86 per ton. Pada bulan sebelumnya HBA mencapai level harga USD88,85 per ton.
 
Harga ini meneruskan tren komoditas batu bara yang mengalami penurunan sejak akhir tahun lalu. Secara berurutan, harga batu bara sempat berada di kisaran USD100,89 per ton pada Oktober 2018. Kemudian, harganya melorot menjadi USD97,90 per ton pada November dan sebesar USD92,51 per ton pada Desember 2018.
 
Penurunan harga pun berlanjut ke 2019. Harga batu bara sebesar USD92,41 per ton pada Januari, kemudian USD91,80 per ton pada Februari, dan turun lagi menjadi USD90,57 per ton pada Maret dan USD88,85 per ton di April.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif