Alasan Penaikan BBM Ditunda
Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. ANT/Puspa Perwitasari.
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta jajarannya menunda penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Alasannya, Jokowi ingin jajarannya menghitung secara cermat sebelum menaikkan harga.

"Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik," kata Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Erani Ahmad Erani Yustika dalam pesan singkat, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jokowi mempertimbangkan tiga hal dalam kebijakan harga BBM ini. Pertama, Jokowi meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan. 

Kedua, Kepala Negara meminta Kementerian Keuangan menganalisa kondisi fiskal secara keseluruhan. Sehingga, setiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal. 

"Ketiga, memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," kata Erani.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan penaikan harga premium mulai, Rabu 10 Oktober 2018, pukul 18.00 WIB. Penaikan tersebut mengikuti menguatnya harga minyak dunia.

Menurut Jonan penaikan ini sesuai dengan arahan Presiden. Melihat dari kenaikan harga minyak mentah brent di dunia dari awal tahun sampai saat ini sekitar 30 persen.

Namun beberapa jam kemudian, Jonan memastikan penaikan tersebut ditunda. Rencana penaikan harga BBM RON 88 ini akan dibahas ulang sembari menunggu kesiapan dari PT Pertamina (Persero).



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id