Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (MI/ROMMY PUJIANTO)
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (MI/ROMMY PUJIANTO)

Enam Pembangunan Kilang Pertamina Alami Keterlambatan

Suci Sedya Utami • 11 Desember 2018 08:15
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mengungkapkan penyelesaian enam megaproyek kilang PT Pertamina (Persero) mengalami keterlambatan. Seharusnya semua proyek tersebut harus terselesaikan saat harga minyak dunia sedang berada di level yang rendah.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan keenam proyek kilang tersebut harusnya selesai di 2023. Namun karena pembangunan yang terlambat maka penyelesaian tersebut molor. "Seharusnya 2023," kata Dwi, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 10 Desember 2018.
 
Mantan Dirut Pertamina ini menambahkan pembangunan kilang mestinya dilakukan saat minyak dunia sedang turun harganya, yakni di bawah USD50 per barel. Saat ini, minyak dunia memang pernah berada di USD80 per barel meskipun akhir-akhir ini turun namun masih di atas USD60 per barel.

Dwi mengatakan ketika harga minyak dunia turun, nilai investasi pembangunan kilang lebih rendah dibandingkan dengan saat ini. Namun demikian, dirinya tetap mengapresiasi manajemen Pertamina yang saat ini yang tetap menindaklanjuti proyek.
 
Proyek yang sudah siap digarap yakni revitalisasi atau Refinary Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dengan nilai investasi USD4 miliar atau sekitar Rp57,8 triliun.  "Syukurlah berjalan mesti telat. Tapi oke lah yang penting jalan," jelas Dwi.
 
Sebelumnya, Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengakui penyelesaian Kilang Balikpapan memang mundur dari 2021 ke 2023. Sebab baru akan mulai konstruksi awal tahun depan ditandai dengan penandatangan kontrak bersama empat mitra kontraktor. Namun, Nicke menegaskan, tidak masalah mundur daripada tidak sama sekali.  
 
"Kta hari ini mulai, tapi inysaalah kita percepat. Jadi akhir 2026, keenam proyek kilang ini bisa kita laksanakan," jelas Nicke.
 
Adapun dari enam kilang tersebut empat di antaranya merupakan revitalisasi/RDMP yakni Kilang Balikpapan, Cilacap, Dumai dan Balongan. Sementara untuk proyek pembangunan baru yakni Kilang Dumai  dan Kilang Tuban.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan