PT Pertamina (Persero) berpeluang memiliki mitra baru dalam mengerjakan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Bontang. Ilustrasi Foto: Istimewa
PT Pertamina (Persero) berpeluang memiliki mitra baru dalam mengerjakan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Bontang. Ilustrasi Foto: Istimewa

Pertamina Bakal Punya Mitra Baru di Kilang Bontang

Ekonomi kilang bontang
Annisa ayu artanti • 10 Desember 2019 18:09
Jakarta: PT Pertamina (Persero) berpeluang memiliki mitra baru dalam mengerjakan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Bontang meskipun telah menantangani perjanjian Framework Agreement kerja sama dengan Overseas Oil and Gas LLC (OOG) asal Oman.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan pembangunan berbagai kilang Pertamina. Perusahaan migas asal Uni Emirat Arab (UEA) direncanakan akan menggantikan OOG.
 
"Oman kita mau larikan, mungkin dengan Abu Dhabi (UEA). Sangat bisa (ganti mitra)," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa, 10 Desember.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut menyebutkan, dua perusahaan asal UEA itu yang akan menggantikan OOG adalah Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) dan Mubadala.
 
"Bisa Adnoc bisa mana (Mubadala)," ujarnya.
 
Adapun mengenai opsi untuk mengganti mitra proyek kilang ini lantaran mitra sebelumnya tidak ada menunjukan progres.
 
"Pokoknya kalau enggak kredibel mereka kan sudah berapa tahun nih enggak jadi, nanti bisa masuk dari Abu Dhabi," ungkapnya.
 
Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir juga sebelumnya menginginkan negosiasi antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan asal UEA yaitu Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan (win-win).
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif