Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Rem Laju Impor, Pembangunan Jargas Dikebut

Ekonomi kementerian esdm jaringan gas bumi
Suci Sedya Utami • 12 Februari 2019 12:09
Jakarta: Pemerintah mengupayakan untuk mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas) nasional. Salah satu tujuannya untuk mengerem laju impor minyak dan gas (migas) yang selama ini terlampau tinggi.
 
Hingga 2025 pemerintah menargetkan ada 4,7 juta rumah yang tersambung jaringan gas. Tahun ini targetnya ada sekitar 78.216 rumah yang akan tersambung dengan jaringan gas. Jumlah tersebut tersebar di 18 titik lokasi di Tanah Air. Adapun hingga tahun lalu jumlah rumah yang tersambung sebanyak 463.619.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan dengan menggunakan jargas, masyarakat diyakini akan lebih hemat. Dirinya menyebutkan satu juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) bisa mengaliri 35 ribu hingga 40 ribu rumah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jargas kita dorong, masyarakat jauh lebih hemat ketimbang menggunakan elpiji," kata Arcandra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2018.
 
Saat ini impor gas minyak bumi yang dicairkan atau liquefied petroleum gas (LPG) atau gas dari minyak bumi yang dicairkan mencapai 4,5 juta-4,7 juta ton. Padahal, Indonesia memiliki potensi gas yang melimpah dan diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
 
Namun karena alasan akses terbatas membuat gas tersebut sulit didistribusikan. Oleh karenanya dibutuhkan pembangunan jaringan gas lebih masif agar bisa memaksimalkan pemanfaatan gas dalam negeri.
 
"Maka kita dorong jargas yang lebih masif lagi. Sehingga impor elpiji bisa ditekan lagi," jelas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif