Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.

Pertamina Taksir Penurunan Laba 2019 USD2,1 Miliar

Ekonomi pertamina ep
Suci Sedya Utami • 03 Februari 2020 17:22
Jakarta: PT Pertamina (Persero) memperkirakan penurunan laba bersih dari hasil kegiatan usaha di 2019. Saat ini laporan keuangan Pertamina masih dalam tahap audit.
 
Namun, menurut Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan berdasarkan prognosa, laba di 2019 sebesar USD2,1 miliar atau setara Rp29,70 triliun (kurs realisasi APBN 2019 Rp14.146/USD). Di 2018, laba perusahaan pelat merah ini tembus USD2,5 miliar atau setara Rp35,62 triliun (realisasi APBN 2018 Rp14.247/USD).
 
"Sebagai catatan di sini angka 2019 angka prognosa kami, karena belum diaudit, jadi ada asumsi maupun diskresi yang belum masuk ke proses audit," kata Heru dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru mengatakan pendapatan Pertamina di tahun lalu sebesar USD52,4 miliar. Pendapatan perseroan turun dibanding 2018 yang sebesar USD57,9 miliar. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) 2019 tercatat USD8,2 miliar. Angka tersebut juga mengalami penurunan dari 2018 yang mencapai USD9,2 miliar.
 
Adapun jumlah aset Pertamina di 2019 tercatat sebesar USD63,8 miliar, turun dibanding 2018 yang sebesar USD64,7 miliar. Kemudian, berdasarkan catatan Heru, aset Pertamina pada 2019 terdata sebesar USD63,8 miliar atau turun dibanding 2018 yaitu USD64,7 miliar.
 
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengklaim perolehan laba perseroan pada triwulan III-2019 mencapai USD753 juta, di luar komponen kompensasi harga jual. "2019 masih angka prognosa, sementara 2017-2018 sudah merupakan audit," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif