Pertamina: Kuota BBM Satu Harga Sesuai Rekomendasi Pemda
Ilustrasi. (Foto: Antara/Irsan).
Jayapura: Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menyatakan kuota dalam program BBM Satu Harga menyesuaikan rekomendasi yang diterbitkan pemerintah daerah (pemda) setempat.

"Kita selalu melihat rekomendasi pemda, kemudian jumlah itu pun sudah kita survei sedetail mungkin untuk mengetahui kebutuhan riil di masyarakat," ujar General Manager Pertamina MOR VIII B Frans Justus Lapian di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 6 Mei 2018.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaan program tersebut, Pertamina harus bisa menentukan kuota sesuai kebutuhan masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, penyaluran BBM dalam program tersebut di wilayah yang masuk kategori Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) tidak mudah karena memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, khususnya pada masalah transportasi.

"Kalau kuota terlalu kecil nanti masyarakat mengeluh, tetapi kalau terlalu besar nanti biaya distribusinya luar biasa sehingga kita benar-benar evaluasi," kata dia.

Frans mengklaim dari 21 titik penyaluran BBM Satu Harga yang ada di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, Pertamina pada beberapa titik tertentu telah melakukan penyesuaian kuota, dan pada umumnya adalah penambahan.

"Sudah ada beberapa penambahan kuota, tapi kita merasa perlu untuk terus berkordinasi dengan Pemda untuk mengetahui kebutuhan wajarnya," katanya.

Sebagai informasi, pada awal peresmian program BBM Satu harga 18 Oktober 2016, pemerintah mengalokasikan dana Rp400 miliar untuk memberikan subsidi khusus untuk penyaluran BBM di wilayah 3T.

Pada realisasinya hingga akhir 2017, subsidi yang digunakan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp800 miliar.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360