Kepala BPH Migas Fashrullah Asa mengatakan total penyaluran BBM bersubsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo itu setara dengan 62,3 persen kuota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebanyak 16,2 juta kiloliter.
"Kami yakin ini aman sampai akhir tahun," ujar Fashrullah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Pertamina dan BPH Migas, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Agustus 2018.
Lebih rinci, Fashrullah menjelaskan, solar yang sudah disalurkan sebanyak 9,7 juta kiloliter atau setara 62,2 persen dari kuota 15,6 juta kiloliter. Dari kuota solar, sebanyak 1 juta kiloliter dicadangkan.
"Kuota jenis BBM tertentu, solar sebanyak 14,6 juta kiloliter, dicadangkan 1 juta kiloliter yang belum dikasih ke Pertamina. Ini untuk menghemat supaya tepat sasaran karena selama tiga tahun terakhir konsumsi di 14,5 juta kiloliter," bebernya.
Sementara untuk realisasi penyaluran minyak tanah hingga 27 Agustus 2018 mencapai sebanyak 346,7 ribu kiloliter. Angka penyaluran itu setara 56,8 persen dari total kuota minyak tanah yang ditetapkan sebesar 610 ribu kiloliter. BPH Migas memprediksi realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga akhir 2018 sebanyak 15,1 juta kiloliter.
Angka itu setara 93,2 persen dari keseluruhan alokasi. Fashrullah merinci, realisasi penyaluran solar hingga akhir tahun diperkirakan sebanyak 14,5 juta kiloliter atau setara 92,9 persen kuota. Sementara penyaluran minyak tanah diprediksi sebanyak 555,2 ribu kiloliter atau setara 91 persen alokasi.
"Ini kami meyakini dengan data sampai hari ini, potensi penghematan mendekati 1 juta kiloliter, khususnya di solar," tutup Fashrullah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News