Freeport Harus Diikhtiarkan untuk Kesejahteraan Papua
CEO Freeport Richard Akerson, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: MI/M Irfan)
Jakarta: Freeport McMoRan telah sepakat melepas 51 persen PT Freeport Indonesia ke tangan pemerintah, melalui PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero). Pemerintah otomatis menjadi pemegang saham mayoritas.

Hal ini pun diperkuat dengan kesepakatan transaksi serta harga antara Freeport McMoRan dan Inalum sebesar USD3,85 miliar. Bila transaksi tersebut selesai, Indonesia menguasai mayoritas saham perusahaan tambang yang terletak di tanah Papua itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berpesan pada Inalum agar bisa mengelola Freeport dengan tata cara yang baik (good corporate governance). Dia meminta pengelolaan Freeport ke depan harus bisa membuat masyarakat terutama yang ada di Papua sejahtera.

"Pemerintah telah menunjuk Inalum. Melalui penguasaan saham mayoritas tentunya pemerintah mengharapkan PT Freeport Indonesia dikelola sebaik-baiknya dengan GCG demi kemakmuran terutama bagi rakyat Indonesia," kata Rini di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018.

Rini mengatakan BUMN selain menjalankan tugas sebagai korporasi juga harus menjadi agen pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam perjanjian divestasi, Pemprov Papua dan Pemkab Mimika diberikan jatah kepemilikan 10 persen dari saham PT Freeport Indonesia.

"Diharapkan partnership antara Freeport McMoRan dengan Inalum dengan Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah mampu tingkatkan kepastian di dalam lingkungan operasi dan kualitas dan value added industry. Jadi kemakmuran bagi Indonesia dan Papua," jelas Sri Mulyani.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id