Direktur Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo (kedua dari kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Direktur Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo (kedua dari kiri) dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

PLN Pasok Listrik untuk Pelabuhan Patimban

Ekonomi pln pelabuhan patimban
Suci Sedya Utami • 13 Mei 2019 11:25
Jakarta: PT PLN (Persero) bakal memasok kebutuhan listrik dengan kapasitas untuk kawasan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang direncanakan beroperasi pada tahun depan.
 
Penyediaan listrik ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan PLN yang dilakukan oleh Direktur Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin.
 
Agus mengatakan Pelabuhan Patimban merupakan Proyek Strategis Nasional yang membutuhkan percepatan dalam pembangunan dan pengoperasiannya sehingga dalam pelaksanaannya membutuhkan pasokan tenaga listrik. Dirinya meyakini pasokan listrik PLN di Jawa Tengah dan Jawa Barat nantinya mampu memenuhi kebutuhan untuk pelabuhan tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Listrik sangat dibutuhkan untuk Patimban. Karena PLN sudah menyiapkan power plantsangat banyak di Jawa Tengah dan Jawa Barat, saya kira pasokan akan aman. Jadi stabilitas akan bagus," kata Agus saat penandatanganan di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019.
 
Lebih lanjut Agus menjelaskan sebagai instansi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengembangan kawasan pelabuhan Patimban, Ditjen Perhubungan Laut akan menyediakan prasarana dan fasilitas pendukung tenaga listrik di kawasan Pelabuhan Patimban. Sedangkan PLN yang akan melakukan penyediaan dan pelayanan tenaga listrik di kawasan tersebut.
 
Kedua belah pihak juga sepakat untuk melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing, menyusun program penyediaan ketenagalistrikan secara terpadu, menyediakan tenaga, sarana, dan prasarana ketenagalistrikan yang diperlukan serta memenuhi segala ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan internal masing-masing pihak.
 
"Kami berharap dengan ditandatanganinya kesepakatan yang berlaku selama lima tahun ini dapat semakin meningkatkan kerja sama dan sinergi yang baik antara Kemenhub dengan PLN sehingga dapat memperlancar pelaksanaan pembangunan dan pengoperasian pelabuhan Patimban yang direncanakan akan soft opening pada Desember 2019 dan akan beroperasi penuh pada 2027," jelas Agus.
 
Amir menambahkan PLN berkomitmen untuk menyuplai pasokan listrik untuk kebutuhan kawasan industri termasuk Pelabuhan Patimban. Ia bilang nantinya pasokan listrik untuk Patimban akan dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu dengan kapasitas 2x1.000 MW. PLN juga akan membangun gardu induk untuk memenuhi pasokan listrik Patimban dengan nilai investasi Rp100 miliar.
 
"Kami semuanya akan mendukung supaya listrik yang ada di Patimban itu nantinya cukup andal dan juga memenuhi kebutuhan dari pelanggan kami di sana. Ini salah satu komitmen PLN untuk menyuplai daerah-daerah kawasan industri di kawasan Patimban," tutur Amir.
 
Selanjutnya, pelaksanaan kesepakatan bersama ini akan diatur lebih lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerjasama sesuai kebutuhan antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban dan PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat. Adapun estimasi kebutuhan daya di Pelabuhan Patimban untuk tahap 1 (Fase I.1 dan Fase I.2) pada 2019 sampai 2023 sekitar 90 MVA.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif