Ilustrasi - - Foto : AFP
Ilustrasi - - Foto : AFP

Penambahan Produksi Batu Bara Tergantung Harga

Ekonomi batu bara kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 12 Februari 2020 12:29
Jakarta: Kementerian Energi dan Dumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penambahan produksi batu bara tahun ini tergantung pada pergerakan harga. Bila harga batu bara meningkat, peluang menambah produksi juga terbuka lebar.
 
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan pemerintah masih berencana membatasi produksi batu bara karena harga yang rendah. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan, total produksi ditargetkan mencapai 550 juta ton.
 
Target tersebut di atas angka yang disepakati di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sebesar 530 juta ton. Namun tidak menutup kemungkinan kuota produksi bakal ditambah jika beberapa bulan ke depan terjadi perubahan harga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita di RKAB menetapkan 550 juta ton walaupun di semester I akan direvisi, apabila harga jadi baik, ini akan jadi revisi untuk bisa meningkatkan produksi batu bara," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Di sisi lain, target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) batu bara juga dipatok sebesar Rp44,3 triliun tahun ini. Target tersebut dibuat dengan asumsi harga batu bara acuan bisa di level USD90 per ton sepanjang tahun dengan asumsi kurs Rp14.400 per USD.
 
Sementara itu, realisasi hingga Februari 2020, harga batu bara masih di bawah asumsi. HBA di Januari sebesar USD65,93 per ton, dan Februari naik tipis menjadi USD66,89 per ton.
 
"HBA turun sampai saat ini USD63,2 per ton harganya, terakhir USD66an per ton semoga bisa naik dari USD70 per ton di tahun 2020," kata Bambang.
 
Dalam kajian pemerintah dinyatakan bahwa harga batu bara belakangan tertekan akibat masuknya batu bara asal Rusia di pasaran Asia Pasifik. Hal ini berpotensi pada kelebihan suplai, sedangkan permintaan energi secara global juga masih lesu.
 
Target produksi batu bara memang terus mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Realisasinya pun selalu melebihi target.
 
Pada 2019 target produksi batu bara dipatok sebesar 489 juta ton. Namun realisasinya jauh di atas target mencapai 610 juta ton atau lebih tinggi 24 persen. Sementara pada 2018, target produksi batu bara 485,31 juta ton. Realisasinya melonjak 15 persen lebih tinggi menjadi 557 juta ton.
 
Sektor batu bara memang jadi salah satu lumbung penerimaan negara di sektor energi. Pada 2019, minerba menyumbang PNBP sebesar Rp44,8 triliun diatas target yang ditetapkan sebesar Rp43,3 triliun. Batu bara mendominasi setoran PNBP sektor minerba.
 
Jika tidak ada perubahan berarti pada harga batu bara maka kemungkinan besar target penerimaan negara bukan pajak atau PNBP tidak akan tercapai.
 
Selain karena harga, kata Bambang, keengganan investasi pelaku usaha juga menjadi salah satu faktor yang bisa memicu tidak tercapainya target penerimaan minerba tahun ini.
 
"Kendalanya memang juga soal kepastian hukum dan regulasi. Ini berdampak pada rencana investasi perusahaan," jelas Bambang.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif