RI Jangan Utang ke Asing untuk Divestasi Saham Freeport

Suci Sedya Utami 13 Juli 2018 16:53 WIB
freeportinalum
RI Jangan Utang ke Asing untuk Divestasi Saham Freeport
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Pemerintah Indonesia telah menugaskan induk BUMN tambang PT Inalum (Persero) untuk membeli mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dari perusahaan induknya Freeport McMoran.

Nilai transaksi divestasi saham PTFI pun telah disepakati antara Inalum dengan Freeport McMoran sebesar USD3,85 miliar atau sekitar Rp55 triliun.

Pengamat Pertambangan dari Universitas Taruma Negara Achmad Redi sangsi Inalum memiliki uang sebanyak itu untuk membeli PTFI. Bahkan bila dihitung aset secara holding dengan memasukkan juga milik PT Timah, PT Aneka Tambang, dan PT Bukit Asam dia masih ragu asetnya bisa mencukupi.

"Aset Inalum saja yang holding hanya Rp58 triliun sedangkan divestasi Rp55 triliun otomatis dia akan mengandalkan pembiayaan bank," kata Redi pada Medcom.id, Jumat, 13 Juli 2018.

Dirinya pun memandang jika mengandalkan pendanaan dari perbankan BUMN maka masih tidak mencukupi. Sehingga dia berfikir pasti akan ada pinjaman tambahan yang bersumber dari luar negeri.

"Saya mengira perbankan nasional enggak sanggup artinya ada pembiayaan asing, jangan-jangan ada dari Tiongkok. Lantas apa bedanya mau divestasi tapi disponsori asing lagi," tandas Redi.

Sebelumnya Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan dana untuk membeli saham berasal dari kantong pribadi perseroan serta pinjaman dari sindikasi perbankan.

"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi," kata Budi.

Namun Budi belum mau membicarakan lebih lanjut mengenai detail bank dan berapa yang dikeluarkan masing-masing bank.

Sementara itu untuk keuangan perseroan Budi mengatakan Inalum beserta anggota holding tambang memiliki kas sekitar USD1,5 miliar yang bisa digunakan untuk transaksi divestasi.

"Komposisi pendanaan masih didiskusikan. Tapi posisi kas Inalum (holding) sendiri kan mendekati USD1,5 miliar," tutur dia.

 



(AHL)