Kepala Niaga PLN Yuddy Setyo Wicaksono membenarkan pertumbuhan konsumsi listrik di kuartal I-2018 tumbuh sebanyak 3,67 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi listrik di kuartal I-2017 yang hanya sebanyak 2,88 persen
"Pertumbuhan konsumsi listrik kuartal I-2018 sebesar 3,67 persen," kata Yuddy, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 25 April 2018. Yuddy merinci pertumbuhan untuk golongan pelanggan bisnis sebesar 5,28 persen, pelanggan industri sebesar 4,78 persen, dan pertumbuhan pelanggan rumah tangga sebesar 1,44 persen.
Lebih lanjut, Yuddy mengatakan, total konsumsi pada kuartal I-2018 sebanyak 55,42 TWh dengan rincian pelanggan bisnis sebanyak 9,9 TWh l, pelanggan industri sebanyak 18,5 TWh, dan pelanggan rumah tangga sebanyak 22,9 TWh.
"Total konsumsi pada kuartal I-2018 ini sebanyak 55,42 TWh," kata Yuddy.
Senada dengan Yuddy, Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman menyebutkan, pertumbuhan konsumsi ini lebih baik dibandingkan dengan kuartal I-2017. Diharapkan pertumbuhan konsumsi listrik di masa mendatang bisa lebih baik.
Adapun pertumbuhan tertinggi terdapat pada golongan pelanggan industri dan golongan pelanggan terendah adalah rumah tangga. Hal itu terjadi lantaran pengguna rumah tangga sudah banyak menggunakan alat elektronik dengan daya yang lebih rendah. Selain itu penggunaan lampu juga kebanyakan menggunakan LED.
"Yang paling besar (konsumsinya) industri. Tapi rumah tangga lebih mengarah energi dan efisiensinya berhasil ya," ujar Syofvi.
Seperti diketahui, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 ditargetkan konsumsi listrik tahun ini mencapai 239 TWh. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa mendukung pencapaian target dimaksud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News