Presiden Joko Widodo (SONNY TUMBELAKA/AFP))
Presiden Joko Widodo (SONNY TUMBELAKA/AFP))

Jokowi: RUU Migas untuk Tingkatkan Produksi dan Investasi

Ekonomi migas uu migas
24 Januari 2019 10:41
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) dan mengingatkan bahwa migas adalah sumber daya yang strategis tapi juga tidak terbarukan. Karenanya, RUU Migas diharapkan mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
 
"Karena itu tujuan pembentukan RUU ini harusnya bukan saja mendorong peningkatan produksi migas, tapi juga mendukung penguatan kapasitas nasional, penguatan industri dalam negeri dan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) kita di industri migas," tegas Jokowi, di Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Hadir dalam rapat terbatas ini yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menkeu Sri Mulyani.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dihadiri pula Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri KP Susi Pudjiastuti, Kepala BPKP Ardan Adiperdana, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
 
Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta agar jajaran pemerintahan mengkaji dengan cermat dan hati-hati agar RUU Migas yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tidak bertentangan dengan konstitusi.
 
Jokowi juga menekankan agar pembentukan UU migas ini juga dijadikan sebagai momentum untuk reformasi tata kelola migas sehingga lebih efisien, lebih transparan, tidak berbelit-belit, sederhana, bisa berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. (Media Indonesia)
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi