Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Foto ; Medcom/Suci.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Foto ; Medcom/Suci.

Pertamina Gunakan KKP Jambi Merang untuk Seismik 2D

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 12 November 2019 15:25
Jakarta: PT Pertamina (Persero) secara perdana menggunakan komitmen kerja pasti (KKP) yang telah dialokasikan sebesar USD239,3 miliar ketika memenangkan Wilayah Kerja atau Blok Jambi Merang. KKP merupakan komitmen dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pemenang lelang wilayah kerja.
 
Anak usahanya, Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, secara resmi pada Februari 2019 menandatangani pemandangan kontrak kerja sama gross split bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan mendapat kepercayaan untuk meneruskan pengelolaan wilayah kerja (WK) Jambi Merang.
 
Joint Operating Body Pertamina-Talisman Jambi Merang (JOB PTJM) mendapatkan kepercayaan untuk mengelola blok tersebut hingga 20 tahun mendatang. Kepercayaan tersebut dibekali dengan KKP yang wajib ditunaikan dalam kurun waktu lima tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan pemerintah telah mengamanatkan Pertamina untuk melaksanakan KKP salah satunya dengan melakukan survei di laut atau wilayah terbuka untuk memperoleh data seismik 2D terbaru. Harapannya dengan survei ini Pertamina bisa menjalankan fungsinya.
 
"Hasil seismik 2D akan diserahkan ke pemerintah dan harapannya bisa menggairahkan investasi migas di Indonesia, dan jadi salah satu sarana road to giant discovery. Bagi pertamina seismik 2D merupakan milestone besar," kata Darmawan saat peresmian pekerjaan seismik ini di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 November 2019.
 
Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Dalam sambutannya Arifin mengatakan Indonesia harus menggali sumber energi yang sebenarnya sangat melimpah di tanah air.
 
Pemerintah terus berupaya mempercepat penemuan cadangan migas dan meningkatkan produksi. Ia bilang pemerintah mendorong peningkatan eksplorasi, baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka yang bertujuan untuk menemukan potensi cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini belum tersentuh.
 
Ia bilang KKP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pasokan energi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Arifin juga mengatakan bahwa kegiatan pembuktian di offshore atau lepas pantai juga perlu mendapat perhatian.
 
"Kita memang perlu memetakan lebih detail lagi sumber-sumber, potensi-potensi migas yang ada di offshore. Maka dibutuhkan teknologi baruatu sehingga hasilnya akurat," kata Arifin.
 
Investasi dari KKP di Blok Jambi Merang pada tahun 2019 berjumlah USD20,46 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi KKP Jambi Merang hingga tahun 2024 adalah sebesar USD239,3 juta untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP sudah dialokasikan sebesar USD196,5 juta untuk meningkatkan penemuan cadangan.
 
KKP Jambi Merang pada tahun pertama dalam kegiatan eksplorasinya akan melakukan survei seismik baik di dalam wilayah kerja, maupun di wilayah terbuka. KKP Jambi Merang di wilayah terbuka akan melaksanakan survei seismik 2D lepas pantai pada lintasan sepanjang kurang lebih 30.000 km di laut yang dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Elnusa Tbk (Elnusa).
 
Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan survei seismik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area - Makassar Strait dan Buton Offshore.
 
Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, pelaksanaan survei seismik 3D juga sedang berlangsung di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.
 
“Kita semua optimis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutup Dwi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif